Beranda Pemerintahan Tangsel Masih Berpotensi Banjir, Dindikbud Kaji Perpanjangan PJJ

Tangsel Masih Berpotensi Banjir, Dindikbud Kaji Perpanjangan PJJ

Kepala Dindikbud Kota Tangsel Deden Deni. (Mg-Ahmad Rizki/bantennews)

TANGSEL – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tengah mengkaji kemungkinan perpanjangan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Hal itu menyusul cuaca ekstrem dan banjir di sejumlah wilayah.

Diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel sebelumnya sempat mengeluarkan kebijakan PJJ yang berlaku pada 24–28 Januari 2026.

Kepala Dindikbud Kota Tangsel, Deden Deni mengatakan PJJ diterapkan sebagai langkah antisipasi atas peringatan cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“PJJ kemarin kita berlakukan untuk memastikan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik, terutama di wilayah yang terdampak cuaca dan banjir,” kata Deden, Jumat (30/1/2026).

Pelaksanaan PJJ jangka pendek relatif berjalan baik. Namun, lanjut Deden, kondisi tiap sekolah berbeda, terutama terkait akses, kesiapan sarana prasarana, dan lingkungan sekitar.

“Untuk jangka pendek, PJJ bisa menjadi solusi. Tapi tidak bisa disamaratakan,” ujarnya.

Menurutnya, hasil evaluasi sementara menunjukkan masih ada sekolah yang terdampak banjir dan terkendala akses.

Satu sekolah dasar di Kecamatan Pondok Aren serta SMP Negeri 22 Tangsel masih melanjutkan PJJ karena kondisi lingkungan yang belum aman.

“Ada satu SD di Pondok Aren dan SMP Negeri 22 yang kemarin masih PJJ. Ini masih kami kaji dengan melihat perkembangan cuaca,” kata Deden.

Ia menegaskan, jika PJJ diperpanjang, kebijakan tersebut bersifat situasional. Sekolah yang dinilai aman dapat kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Kebijakan ini tidak menyeluruh. Sekolah yang siap dan aman silakan tatap muka,” ujarnya.

Deden meminta sekolah aktif melaporkan kondisi terkini sebagai bahan evaluasi lanjutan. Laporan tersebut mencakup akses jalan, kondisi sarana prasarana, dan kesiapan tenaga pendidik.

Penulis : Ahmad Rizki
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd