KAB. SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mengerahkan dua alat penyedot air atau alkon ke Kampung Kuranji, Desa Cakung, Kecamatan Binuang.
Kecamatan Binuang menjadi salah satu wilayah di Kabupaten Serang yang terus terdampak banjir akibat luapan Sungai Cidurian. Setidaknya kurang lebih 400 an rumah di beberapa desa di kecamatan itu terendam air.
Camay Binuang, M. Abror membenarkan dua alkon telah diturunkan untuk menyedot air di Kampung Kuranji RT 002 RW 001, Desa Cakung, pada, Minggu (1/2/2026).
“Kemarin sudah turun dua alat penyedot air, satu dari Pos Damkar (Pemadam Kebakaran, red) di Jawilan, dan satu lagi dari BPBD Kabupaten Serang,” kata Abror saat dihubungi, Senin (2/2/2026).
Lebih lanjut, Abror menuturkan, permintaan alkon itu berdasarkan surat dari Pemerintah Desa (Pemdes) Cakung.
“Surat dari Desa Cakung terkait permintaan alat penyedot air. Lalu kami terudkan ke instansi terkait dan alhamdulillah, kemarin, dua alat itu datang,” ucapnya.
Abror mengungkapkan, ratusan rumah di beberapa desa di Binuang terendam banjir akibat luapan Sungai Cidurian.
“Ada ratusan rumah yang terendam banjir, seperti di Kuranji saja ada 112 rumah. Banjir disebabkan luapan Sungai Cidurian yang dipicu tingginya intensitas hujan di wilayah hulu, di Bogor, Jawa Barat,” ungkapnya.
Abror menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang terus berupaya menangani banjir di puluhan kecamatan.
“Pemerintah tidak tinggal diam, baik dafi desa, kecamatan hingga kabupaten terus mengupayakan penanganan banjir berjalan maksimal,” ujarnya.
Sementara, berdasarkan data BPBD Kabupaten Serang bencana banjir melanda 66 desa yang tersebar di 24 kecamatan. Untuk pohon tumbang berada di 25 desa di 12 kecamatan.
Sedangkan bencana longsor atau pergerakan tanah di 16 desa yang tersebar di 9 kecamatan.
Warga yang terdampak bencana hidrometeorologi sejak 2 Januari hingga saat ini mencapai 11.956 kepala keluarga (KK). Adapum rinciannya, 39.578 orang dewasa, 1.367 lansia, 2.884 balita, 1.721 anak-anak, 63 ibu hamil dan menyusui, 1 orang meninggal.
Total warga yang mengungsi sejak benacan terjadi mencapai 1.123 KK atau 3.963 jiwa. Adapun rinciannya saat ini, total pengungsi yang sudah kembali ke rumah sebanyak 922 KK atau 3.008 jiwa, sedangkan yang masih bertahan sebanyak 202 KK atau 875 jiwa.
Total rumah terdampak banjir mencapai 9.948 rumah, dua unit di anataranya rusak berat.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : TB Ahmad Fauzi
