Beranda Advertorial Tak Punya Biaya Operasi, Pengidap Kanker Payudara Ini Rasakan Manfaat BPJS Kesehatan

Tak Punya Biaya Operasi, Pengidap Kanker Payudara Ini Rasakan Manfaat BPJS Kesehatan

232
0
Vita saat menemani Ibu Maah dalam kesehariannya di Kp Tarikolot, Rangkasbitung

LEBAK – Sudah ribuan peserta tertolong dengan kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Sebab sejak berdiri, program JKN-KIS telah banyak meringankan beban biaya kesehatan masyarakat, terutama bagi warga yang kurang mampu dalam finansial.

Hal itu dialami Vita Fatimah (42) warga Kampung Tarikolot, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Ia bersama anggota keluarganya sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS untuk kelas tiga.

Menurutnya BPJS Kesehatan melalui JKN-KIS telah banyak membantu meringankan biaya kesehatan. Vita yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini mengaku program JKN-KIS banyak membantu keluarganya yang beberapa minggu ini jatuh sakit. Terutama saat mengetahui ibu kandungnya, Maah (65) telah mengidap penyakit kanker payudara.

Sudah dua tahun ibunya menderita penyakit kanker tersebut. Menyadari bahaya kanker yang sudah dua tahun menjangkiti tubuh ibunya, ia langsung membawa ibunya untuk melakukan operasi di salah satu rumah sakit di Kota Rangkasbitung.

Ia merasa lega membawa ibu kandungnya berobat ke rumah sakit, sebab dengan bermodalkan kartu JKN-KIS, biaya operasi untuk menyembuhkan kanker payudara ibu kandungnya sudah dicover oleh BPJS Kesehatan.

“Karena kalau tanpa kartu KIS, saya gak tahu harus menjual apa, karena saya tak punya harta apa-apa untuk mengumpulkan uang demi membiayai pengobatan ibu kandung saya yang menderita kanker payudara. Alhamdulillah kehadiran program JKN-KIS ini sangat meringankan beban hidup kami sekeluarga,” ujarnya.

Vita, yang merupakan peserta mandiri ini sudah terdaftar BPJS Kesehatan sejak BPJS Kesehatan terbentuk. Saat itu ia menyadari bahwa program JKN-KIS akan menolongnya ketika ia atau anggota keluarganya jatuh sakit. Maka nya ia rela menyisihkan uang untuk melakukan iuran perbulan untuk investasi kesehatan, terlebih sistem BPJS Kesehatan memiliki konsep yang baik yaitu gotong royong dalam membantu warga yang sedang kesulitan biaya berobat.

“Saya dan keluarga sudah terdaftar sejak BPJS Kesehatan ada. Saat itu saya sudah menyadari program JKN-KIS ini bakal membantu ketika anggota keluarga mengalami jatuh sakit. Jadi bermanfaat banget. Buktinya sekarang, ibu saya tertolong. Karena kalau dihitung, saya tidak mampu untuk membayar biaya operasi ibu kandung saya, beruntung saya dan keluarga sudah terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Ia berharap program BPJS Kesehatan tetap berlanjut dan terus ada, meskipun pihaknya melakukan iuran perbulan namun uang tersebut untuk membantu sesama warga lain yang membutuhkan biaya kesehatan.

“Semoga pelayanan BPJS Kesehatan lebih baik lagi dan terus meningkatkan dan menambah pelayanan lebih kepada masyarakat,” ujarnya. (ADVERTORIAL)