Beranda Kesehatan Tak Punya Biaya, Keluarga Pasien Antar Adik Ipar Menggunakan Bak Terbuka

Tak Punya Biaya, Keluarga Pasien Antar Adik Ipar Menggunakan Bak Terbuka

597
0
Salah satu keluarga pasien mengantarkan pasien menggunakan kendaraan bak terbuka di Rumah Sakit dr. Drajat Prawiranegara, Kabupaten Serang, Banten. (Ade/bantennews.co.id)

SERANG – Salah satu pasien asal Kelurahan Pena, Kelurahan Lontar Baru, Kecamatan Serang, Banten harus dilarikan ke Rumah Sakit dr. Dradjat Prawiranegara, Kabupaten Serang, Banten menggunakan kendaraan bak terbuka. Kendaraan yang biasa digunakan untuk mengangkut material bangunan.

“Nggak ada ambulans, karena buru-buru, dan harus ke sini dulu (RSDP Kabupaten Serang),” kata Kushadi, kakak ipar pasien yang terpaksa menjadi sopir bak terbuka saat ditemui di halaman Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSDP Kabupaten Serang, Banten, Rabu (9/1/2019).

Pasien yang menderita komplikasi penyakit pernafasan tersebut hanya mampu mengandalkan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari kelurahan setempat. “Nggak bisa dipakai (SKTM) nya. Kami juga sebelumnya sudah dirujuk. Nggak bisa langsung ditangani. Kalau masuk uang baru ditangani,” kata dia.

Sebelumnya, Kushadi juga menuturkan pengalaman buruk bahwa mendiang anaknya sempat juga dirawat di rumah sakit yang sama. Anaknya meninggal pada pukul 02.00 WIB. Pihak RSDP menyatakan kartu BPJS Kesehatan yang bersangkutan tidak berlaku dan meminta biaya mengantar jenazah menggunakan ambulans.

“Berarti kan ujung-ujungnya uang dong. Saya bilang bagaimana solusinya, KTP saya ditahan. Kondisinya kan malam, saya bilang apa saya harus gotong mayat anak saya. Minta Rp200 ribu. Saya cuma pegang uang Rp50 ribu, nggak mau berangkat. Akhirnya minta Rp100 ribu, bangunin sopir ambulans,” kata dia.

Pengalaman tersebut, membuat Kushadi memutuskan untuk mengantarkan pasien menggunakan kendaraan bak terbuka. Kondisi ekonomi yang terbatas membuatnya rela mengantar pasien menggunakan kendaraan yang diperuntukkan untuk mengangkut material bangunan itu. (Dhe/you/red)