Beranda Pemerintahan Tak Pernah Terwujud, Edi : Smart City Cilegon Omong Doang !

Tak Pernah Terwujud, Edi : Smart City Cilegon Omong Doang !

Walikota Cilegon, Edi Ariadi. (Foto : Gilang)

CILEGON – Walikota Cilegon, Edi Ariadi tidak dapat menutupi kekesalannya terhadap progres pembangunan Smart City di Kota Cilegon. Bukan tanpa sebab, hal itu lantaran mega proyek Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) terdebut hingga kini tak kunjung terwujud.

Padahal, proyek Smart City dicanangkan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021. Namun hingga menjelang masa akhir jabatan Edi Ariadi belum juga terealisasi.

“Selama ini kita ada layanan Qlue 112, tapi tidak digunakan, kenapa nih, masalahnya kenapa? Command Center sampai sekarang juga gak jadi-jadi tuh. Selama ini smart city itu kan ngomong doang, hasilnya tidak ada, itu kan padahal ada pada RPJMD 2016-2021,” ujar Edi ditemui wartawan usai rapat komitmen bersama antara Pemkot Cilegon PT Krakatau Information Technology (KIT) dan Polres Cilegon di Ruang Rapat Walikota Cilegon, Rabu (11/3/2020).





Edi menyatakan pihaknya ke depan
ingin membangun satu sistem Smart City. Sebab itu pihaknya menggandeng lembaga yang bisa menangani perihal sistem dimaksud.

“Kebetulan kemarin ada kerja sama dengan PT KIT kaitan dengan CPNS, terus yang kedua ada DKCS terkait sistem kependudukan, itu ditindakkanjuti sekarang lebih ditingkatkan, tidak hanya soal misalnya kaitan penggunaan komputer, penggunaan tes berbasis komputer dan sebagainya, jadi saya ingin lebih tinggi lagi. Cilegon kan punya program Smart City, Smart City itu banyak, bukan hanya bisa diketahui sama masyarakat, data A, data B dan lain sebagainya, tapi kita ingin semuanya ready, kita ingin ada Command Center, kita ingin ada satu data yang terintegrasi antara misalnya Dishub, Kapolres, Indonesia Ferry dan lain-lain, ya untuk mengetahui data disana,” kata Edi.

Sistem Smart City tersebut, lanjut Edi, bisa membantu kinerja pemerintah lebih baik dan efisien.

“Sebetulnya kan kita udah punya Qlue 112 yang bisa masyarakat akses menggunakan aplikasi, sehingga kita tidak usah menunggu laporan dari dia (kepala dinas-red), kalau laporan masyarakat itu cepat dari Qlue 112 misalnya, nanti kita tindaklanjuti, kan cepet nantinya, kan selama ini ada 112, tapi tidak digunakan,” ucapnya.

Padahal, kata Edi, Cilegon ingin disebarluaskan potensinya. Sehingga bisa bersaing dengan daerah lainnya.

“Tapi sampai sekarang Command Center saja malah belum jadi-jadi. Ke depan saya ingin merealisasikan mudah-mudahan bisa segera terwujud,” harapnya.

Edi menuturkan bahwa ke depan pihaknya juga ingin program Smart City ini bisa terintegrasi dengan Polres Cilegon kaitan penertiban.

“Seperti laporan kriminalitas, penertiban dan lain sebagainya, kalau ada orang yang ngancem-ngancem bisa langsung laporan ke kapolres melalui aparat saya, apakah lurah, apakah camat, apakah dia langsung ke kita, nah ini kan efisien semuanya kalau berjalan, nah oleh karena itu saya ingin merealisasikan MoU antara KIT dan Polres Cilegon, nanti kan ada PKS (perjanjian kerja sama),” paparnya.

Edi berharap ke depan Command Center Pemkot Cilegon yang menangani PT KIT. Hal itu supaya cepat dan bisa lebih efektif.

“Soalnya PT KIT kerjanya gak kayak kita, dua tahun, tiga tahun, saya kira PT KIT 6 bulan sudah jadi, jadi akhir tahun ini sudah ada Command Center-nya, tapi juga harus disosialisasikan. Nanti kerja samanya seperti apa kita akan bahas. Mudah-mudahan dengan ini bisa berjalan, mudah-mudahan akhir tahun ada realisasinya,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT KIT, Amirul Mu’tamar menyatakan siap membantu Pemkot Cilegon dalam mewujudkan program smart city.

“Sementara ini kita akan petakan dulu, mana yang akan kita bantu. Intinya kita siap membantu,” ujarnya.

(Man/Red)