Beranda Politik Tak Percaya Hasil Survei, Prabowo: Mereka Dibayar

Tak Percaya Hasil Survei, Prabowo: Mereka Dibayar

183
0
Prabowo Subianto - foto istimewa detik.com

SERANG – Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menegaskan dirinya tidak percaya pada hasil survei elektabilitas terkait Pilpres 2019 yang dirilis sejumlah lembaga. Hal itu disampaikan saat dia menyapa masyarakat Riau di Gelanggang Remaja Pekanbaru, Riau, Rabu (13/3/2019).

Prabowo mengaku optimis dirinya akan mendapat mandat dari rakyat pada 17 April 2019 mendatang. Dia tak peduli meski berbagai hasil survei menempatkan elektabilitas paslon nomor urut 02 di posisi buntut.

“Insya Allah, 17 April kita akan menerima mandat tersebut. Memang survei-survei selalu taruh kita paling bawah. Saya tidak percaya survei-survei itu, karena survei-survei itu dibayar,” tegasnya dikutip dari merdeka.com.

“Anda tahu survei-survei itu, respondennya hanya 2.000 orang, yang ditanya hanya 2.000 orang, sementara yang di gedung ini saja jumlahnya sudah 7.000 orang,” tambah Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus itu menjelaskan, dirinya lebih percaya pada hasil survei yang dilakukan oleh internal Koalisi Adil Makmur.

“Kita diem-diem punya survei juga, tapi kita belum umumkan, belum mau. Kenapa belum mau umumkan? Jangan sampai kita lengah,” ujarnya.

Menurut Prabowo, hasil survei internal itu lebih valid daripada hasil survei yang dilakukan sejumlah lembaga. Hal itu seperti tampak di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Saat itu, lembaga survei memprediksi calon Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menang dan rivalnya, Anies Baswedan tersingkir pada putaran pertama. Namun, hasil Pilkada menunjukkan hasil yang berbeda dan tak sesuai dengan prediksi lembaga survei.

Hal serupa juga terjadi di Pilkada Jawa Barat dan Jawa Tengah. Saat itu, paslon Sudrajat-Saikhu dan Sudirman Said-Ida Fauziyah yang tak diunggulkan oleh hasil survei justru mendapatkan perolehan suara yang signifikan.

“Saudara-saudara tahu bagaimana rakyat bisa memenangkan DKI Jakarta. Jika saudara ingin perubahan, ingin berdikari, ingin Indonesia adil dan makmur, ingin kekayaan bangsa dinikmati seluruh rakyat, karena itu kita tidak boleh lengah. Jangan kita kumpul-kumpul dan teriak-teriak di sini, tapi kita harus ke TPS kita harus jaga TPS,” tutup Prabowo. (Red)