Beranda Komunitas Tak Kenal Lelah, Moli Tebar Virus Literasi di Masa Pandemi

Tak Kenal Lelah, Moli Tebar Virus Literasi di Masa Pandemi

316
0
Sejak April 2017, Motor Literasi (Moli) yang dibentuk oleh Firman Venayaksa dan dibantu oleh banyak relawan hingga hari ini terus bergerilya menebar virus literasi kepada masyarakat Banten

SERANG – Sejak April 2017, Motor Literasi (Moli) yang dibentuk oleh Firman Venayaksa dan dibantu oleh banyak relawan hingga hari ini terus bergerilya menebar virus literasi kepada masyarakat Banten. Setiap Minggu pagi, Moli akan membuka lapak baca di Alun-Alun Kota Serang bersamaan dengan Car Free Day.

Andri Apriani, salah seorang relawan mengaku senang bisa turut menyebarkan semangat literasi kepada masyarakat Banten secara umum. Selain membuka lapak buku, Moli juga mengadakan kegiatan Diskusi Literasi dan Touring Literasi.

“Kami juga ada Donasi Buku bagi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang konsisten dan membutuhkan buku, tujuannya untuk mendekatkan bahan bacaan kepada masyarakat,” jelasnya, Minggu (22/11/2020).



Menurutnya, kerja-kerja literasi Moli ini bermaksud untuk memudahkan akses masyarakat terhadap buku bacaan. “Selama ini bukan bahan bacaan yang kurang tetapi akses bahan bacaan itu yang kurang dekat dengan masyarakat,” tambah pria berkacamata itu.

Selain mengedukasi masyarakat tentang pentingnya literasi baca tulis, para relawan Moli juga memiliki kegiatan rutin setiap hari Rabu antar sesama relawan, yakni berkumpul dan sharing pengetahuan.

“Kegiatan rutin ini bertujuan untuk memberikan ruang sesama relawan untuk menambah wawasan, dan kami juga mengundang para pegiat komunitas dan pelaku industri kreatif sebagai narasumber, agar bisa berbagi pengalaman dan bertukar pikiran,” terang alumnus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa itu.

Meskipun di masa pandemi ini kegiatan rutin tersebut, aku Andri, terpaksa ditiadakan sementara.

“Memang disayangkan, tapi mau bagaimana kita mesti mengikuti protokol kesehatan dan anjuran dari pemerintah,” ucapnya.

Andri juga mengaku cukup bersyukur bisa mengenal dan bergiat di komunitas Motor Literasi ini karena banyak pengalaman dan ilmu berharga yang ia peroleh. Terlebih lagi mengenal banyak orang dan relasi.

“Kalaupun mesti kumpul untuk rapat evaluasi, kami selalu berusaha untuk menerapkan 3M, dan di sekret disediakan pula handsanitizer,” tambahnya.

Mulanya, sebelum ada pandemi, ada satu Program yang ingin Moli laksanakan yaitu Touring Literasi ke setiap TBM-TBM yang ada di Banten terutama di TBM-TBM Banten Selatan.

“Selain itu juga kami ingin sekali membuat aplikasi seperti Ojek Online tetapi bukan untuk mengantar penumpang melainkan untuk mengantarkan dan meminjamkan buku secara online dan berbasis aplikasi. Mudah-mudahan suatu saat bisa terwujud. Sekarang kita fokus dan berdoa supaya pandemi cepat berlalu,” harapnya.

(AU/Red/SG)