
TANGSEL — Proyek pembangunan pool taksi di Jalan Raya Ciater, Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), memicu lumpur meluber ke jalan hingga menyebabkan kemacetan parah. Proyek tersebut diketahui belum mengantongi izin.
Hujan deras yang mengguyur kawasan Ciater Raya pada Senin (4/5/2026) lalu menyeret tanah merah dari lokasi proyek ke badan jalan. Material lumpur menutup sebagian ruas jalan, membuat permukaan licin, dan menghambat arus kendaraan selama dua hingga tiga jam.
“Macet panjang, kendaraan nyaris tidak bergerak. Jalan jadi licin karena lumpur,” ujar Irfan (43), warga setempat, Selasa (5/5/2026).
Lumpur dari proyek tersebut bahkan kembali meluber sehari sebelumnya dan memicu gangguan lalu lintas di jalur utama penghubung Ciater dengan pusat Pemerintahan Kota Tangsel.
Kepala Satpol PP Kota Tangsel, Dahlan, menegaskan proyek itu belum memiliki izin resmi. Saat ini, aktivitas di lokasi baru memasuki tahap cut and fill atau pemerataan tanah.
“Perizinan belum ada. Kegiatan masih tahap awal, baru kajian dan pengajuan,” kata Dahlan, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, pihak pengembang berencana membuat saluran air guna menahan limpasan tanah agar tidak kembali meluber ke jalan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menilai aktivitas proyek tersebut sudah mengganggu masyarakat karena berada di jalur vital.
“Lumpur menutup akses utama warga di Jalan Raya Ciater. Masalah lingkungan harus diselesaikan dulu,” tegas Pilar.
Ia meminta pengembang segera membangun drainase serta memperkuat dinding penahan tanah untuk mencegah longsor susulan saat hujan turun.
Pilar juga menyoroti dampak proyek terhadap aliran sungai di sekitar lokasi. Ia meminta perusahaan segera melakukan pengerukan apabila terjadi pendangkalan akibat material tanah dari proyek.
“Drainase harus dibangun sekarang. Kalau ada pendangkalan, langsung keruk supaya aliran tidak terganggu,” ujarnya.
Penulis: Ahmad Rizki
Editor: Tb Moch. Ibnu Rushd