Beranda Kesehatan Tak Diminati Paramedis, Rumah Sakit Pratama Menes Lambat Beroperasi

Tak Diminati Paramedis, Rumah Sakit Pratama Menes Lambat Beroperasi

1172
0
Asisten Daerah (Asda) II Bagian Ekonomi dan Pembangunan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pandeglang, Indah Dinarsiani

PANDEGLANG – Asisten Daerah (Asda) II Bagian Ekonomi dan Pembangunan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pandeglang, Indah Dinarsiani mengungkapkan salah satu faktor yang menghambat beroperasinya Rumah Sakit Pratama Menes yakni karena minim peminat dari tenaga medis.

“Kita juga sudah mengusulkan melalui BKD, mudah-mudahan formasi ASN tahun 2019 ini bisa diakomodir, kemarin sudah diakomodir yang datang tidak ada, dokter gigi di formasinya banyak dan yang daftar hanya beberapa saja, apalagi sekarang rumah sakit minimal 6 spesialis dasar ditambah 2 spesialis penunjang,” ujarnya, Jumat (19/7/2019).

Untuk menanggulangi hal itu, Indah berencana akan mengajukan tenaga kesehatan pada Kementerian Kesehatan, karena menurutnya Kementerian memiliki formulasi bantuan untuk tenaga kesehatan di daerah-daerah yang kurang diminati.

“Dari tahun 2017 lalu sebetulnya sudah menyampaikan usulan, akan tetapi belum mendapatkan respon, termasuk juga ke Provinsi Banten, Pak Gubernur juga sangat antusias untuk memberikan dukungan untuk itu, akan tetapi banyak yang berminat untuk ikut program Pak Gubernur karena honornya lebih besar ketimbang PNS,” terangnya.

Sedangkan untuk kesiapan gedung hanya tinggal satu lantai lagi yang belum siap dan diprediksi tanggal 20 April tahun 2020 akan diresmikan.

Menurutnya, dengan beberapa kesiapan fasilitas alat kesehatan dan kesiapan bangunan, dirinya masih kesulitan dalam mencari tenaga ahli.

“Mungkin belum bisa memberlakukan pelayanan optimal karena ada lantai empat itu untuk perawatan yang terbatas, tapi untuk poli-poli kalau rumah sakit tidak ada SDM-nya kan siapa yang mau melayani,” sambungnya.

Sementara itu Kepala Dinkes Pandeglang, Raden Dewi Setiani menuturkan, jika sudah tersedia gedung dan alat kesehatan tinggal mencari paramedisnya.

“Kalau bangunannya sudah ada, kan tinggal mengisi tenaga medisnya,” tambahnya. (Med/Red)