LEBAK – Warga Desa Mekarsari, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, bergotong royong memperbaiki jembatan rusak yang menghubungkan Kecamatan Cihara dan Kecamatan Pangarangan. Mereka mengumpulkan dana secara swadaya setelah bertahun-tahun menunggu perbaikan dari pemerintah.
Warga mengganti papan yang lapuk dan memperkuat bagian jembatan yang rusak menggunakan alat serta material hasil iuran masyarakat. Tokoh masyarakat dan relawan setempat juga ikut membantu proses perbaikan.
Kepala Desa Mekarsari, Ade Suhendar, mengatakan kondisi jembatan sudah membahayakan pengguna jalan sehingga warga memutuskan memperbaikinya secara mandiri.
“Jembatan tersebut merupakan akses penghubung antara Kecamatan Cihara dengan Kecamatan Pangarangan,” kata Ade, Kamis (16/7/2026).
Ade menjelaskan, jembatan itu telah rusak selama sekitar lima tahun. Kerusakan yang semakin parah membuat warga harus sangat berhati-hati saat melintas karena khawatir jembatan ambruk.
“Kondisi jembatan memang sudah rusak selama lima tahun. Warga yang melintasinya harus ekstra hati-hati,” ujarnya.
Menurutnya, jembatan tersebut menjadi jalur utama masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, dan pusat kegiatan ekonomi. Karena itu, warga memilih bertindak daripada menunggu perbaikan yang belum kunjung datang.
“Makanya warga melakukan perbaikan secara swadaya. Kalau dibiarkan, kami khawatir muncul korban jiwa,” tegasnya.
Ade mengaku pemerintah desa sudah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Lebak maupun Pemerintah Provinsi Banten. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut berupa pembangunan.
“Kami sudah berusaha mengajukan bantuan, tetapi belum ada realisasi. Karena itu warga berinisiatif memperbaikinya secara swadaya,” katanya.
Penulis : Sandi Sudrajat
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
