Beranda Advertorial Sutihah, Pekeja Serabutan ini Berharap Program BPJS Kesehatan Diperkuat

Sutihah, Pekeja Serabutan ini Berharap Program BPJS Kesehatan Diperkuat

309
0
Sutihah (51), Warga Mekarsari saat berkunjung ke Puskesmas Pulomerak

SERANG- Sutihah (51) warga lingkungan Gamblang RT 04 RW O1 Kelurahan Mekar Sari, Kota Cilegon yang sehari-hari mencari nafkah sebagai pekerja serabutan mengaku sangat terbantu dengan adanya program Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonsia Sehat (JKN-KIS).

Menurutnya sejak 2014 sudah mengikuti program yang diselenggarakan BPJS kesehatan tersebut. Ia rutin melakukan cek kesehatan ke fasilitas kesehatan terdekat. Ia berharap Program BPJS kesehatan diperkuat anggaranya karena programnya dapat menolong semua orang yang mengalami permasalahan kesehatan.

“Saya ini punya penyakit tipes, kolestrol dan darah tinggi mas. Jadi saya terbantu banget ada kartu BPJS kesehatan, karena ke depan saya gak tahu kalau nanti terkena sakit mendadak yang macem-macem kan,” ujarnya saat ditemui di Puskesmas Pulo Merak, Kota Cilegon, Senin (19/8/2019)

Peserta kelas 3 mandiri ini mengatakan saat ini ia dan keluarganya merasa nyaman karena progran JKN-KIS sudah memberikan kepastiann perlindungan segala permasalahan kesehatan dan anggota keluarganya. Terlebih usianya sudah tak lagi muda dan biasanya rentan terkena sakit.

“Makannya di usia seperti saya ini rentan terkena sakit, harus punya Jaminan Kesehatan. Biar ke depan saat berobat ke puskesmas atau rumah sakit, BPJS kesehatan bisa menjamin pembayarannya, “ujarnya.

Di akhir perbincangannya Sutihah juga memberikan dukungan kepada seluruh penduduk di Indonesia bahwa Program JKN-KIS yang ada di bawah naungan BPJS Kesehatan ini sangatlah mulia melalui prinsip gotong royongnya yaitu yang sehat membantu yang sakit dan yang mampu membantu yang tidak mampu.

“Yah saya berharap program BPJS kesehatan ini dapat berlanjut. Meskipun tiap bulan diminta bayaran, tapi ini tujuannya menolong sesama manusia kan. Yah semoga saja program BPJS Kesehatan bisa meng-cover semua warga yang berobat ke puskesmas atau rumah sakit. Karena kita tak tahu sakit datangnya tiba-tiba kan, ” ujarnya.

Kepala Tata Usaha Puskesmas Pulomerak Marlinyen MY menuturkan, dalam melayani pasien, Puskesmas Pulomerak tidak membeda-bedakan antara peserta JKN-KIS atau bukan.
“Di sini tenaga medis dan paramedis ada 48 orang, administrasi murni lima orang, dibantu TKS,” papar Marlinyen.

Di Puskesmas Pulomerak, setidaknya ada 200 peserta JKN-KIS yang datang untuk mendapatkan pelayanan medis. Rata-rata penyakit yang diderita masyarakat adalah infeksi saluran pernapasan (ISPA), pencernaan, dan kulit.

Dalam melayani masyarakat, Puskesmas Pulomerak telah menyiapkan sejumlah program dari ibu hamil hingga manula. “Artinya dari belum lahir, melahirkan, hingga sudah manula, semua programnya ada,” tutupnya.

(Adv)