
LEBAK – Suryadi (38), warga Kampung Cipasung, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, yang selama 15 tahun tinggal di rumah reyot bersama istri dan dua anaknya, akhirnya mendapatkan perhatian dari pemerintah berupa bantuan pembangunan rumah melalui program Rumah Sejahtera Terpadu (RST).
Bantuan tersebut berasal dari Kementerian Sosial melalui Sentra Galih Pakuan Bogor bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lebak. Penyaluran bantuan turut didampingi pihak kecamatan, pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pendamping sosial.
Selain bantuan pembangunan rumah, keluarga Suryadi juga menerima paket sembako, perlengkapan sekolah, hingga perabot rumah tangga seperti lemari dan kasur.
Petugas Kementerian Sosial dari Sentra Galih Pakuan Bogor, Ambar Mustiko, mengatakan kehadiran pemerintah merupakan bentuk respons atas laporan masyarakat terkait kondisi keluarga Suryadi yang masuk kategori rentan ekonomi.
“Negara hadir bukan hanya melalui pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah yang sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Lebak, kecamatan, dan pemerintah desa,” kata Ambar kepada awak media, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, hasil asesmen menunjukkan kondisi rumah Suryadi sudah tidak layak huni sehingga pihaknya akan mengusulkan bantuan pembangunan rumah melalui program Rumah Sejahtera Terpadu (RST).
“Kami memberikan bantuan atensi berupa kebutuhan dasar, perabotan, dan perlengkapan sekolah. Sedangkan untuk perbaikan rumah akan diajukan melalui program Rumah Sejahtera Terpadu,” ujarnya.
Ambar menambahkan, proses verifikasi pembangunan rumah sempat terkendala persoalan kepemilikan lahan. Namun, setelah dilakukan pembicaraan dengan pihak keluarga, persoalan tersebut berhasil diselesaikan.
“Proses verifikasi sudah dilakukan. Memang, salah satu persyaratan RST adalah kepemilikan sertifikat atau bukti kepemilikan lahan. Namun, setelah dilakukan pembicaraan dengan pihak keluarga, mereka sepakat menghibahkan hak waris yang menjadi bagian Pak Suryadi. Hibah tersebut nantinya akan diberikan kepada Pak Suryadi sesuai hak warisnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Suryadi mengaku bersyukur dan terharu atas perhatian yang diberikan pemerintah. Ia merasa kehadiran pemerintah dari tingkat desa hingga pusat membawa harapan baru bagi keluarganya.
“Senang dan terima kasih kepada semuanya, kepala desa, camat, Kemensos, Dinsos, pendamping, Babinsa, dan semua yang sudah membantu. Saya merasa negara hadir untuk masyarakat seperti kami,” ucapnya.
Penulis: Sandi Sudrajat
Editor: Usman Temposo