Beranda Pilkada Serentak 2020 Survei Jokowi di Banten Jeblok, Keluarga Atut Tidak Bergerak

Survei Jokowi di Banten Jeblok, Keluarga Atut Tidak Bergerak

Foto istimewa medcom.id

SERANG – Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang, Leo Agustino menilai salah satu penyebab suara pasangan nomor 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih kedodoran di Banten karena mesin klan keluarga Chasan Sohib atau Ratu Atut Chosiyah tidak bergerak.

“Sebab kalau kita jujur-jujuran Banten adalah basis Golkar, meskipun Islamnya religius tapi tidak bisa dipungkiri bahwa bahwa Banten jadi basis Golkar, dan Golkar ini identik dengan keluarga dinasti,” kata Leo kepada wartawan, Kamis (17/1/2019).

Sayangnya, lanjut Leo, kerja sama keluarga Ma’ruf Amin dan keluarga Chasan Sohib sangat buruk sehingga masyarakat yang sangat hormat ke keluarga dinasti ini tidak ikut bergerak mengkampanyekan pasangan nomor urut 01.





“Dinasti punya suara besar di bawah, ini bisa dilihat dari Pilgub 2017 ada kelompok anti keluarga. Namun, kemudian kelompok anti keluarga ini tetep saja dikalahkan oleh orang yang pro keluarga artinya variabel keluarga dinasti masih sangat penting di datangi oleh Pak Kyai Ma’ruf Amin paling tidak puteranya,” kata Leo.

Dikatakan Leo, jika mesin Dinasti bergerak paling tidak 01 bisa menang tipis di Banten dengan selisih empat atau lima persen.”Kalau bisa dikelola dengan baik kordinasi dengan dinasti kemudian isu-isu bisa dikelola secara baik, kemudian TKD dan relawan bekerja secara baik dan Tangerang Raya digempur habis-habisan bukan tidak mungikin bisa menang,” kata Leo.

Pada Pemilu 2014 lalu Banten merupakan basis pemilih dari Prabowo. Pada pemilu di Banten waktu itu, Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla kalah telak dari rivalnya Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa dengan selisih suara 42,9 persen dan 57,1 persen. (You/Red)