
SERANG – Suasana pelataran Masjid Agung At Tsauroh, Kota Serang, berubah ramai setiap sore selama Ramadan. Ratusan warga memadati area sekitar masjid untuk berburu takjil jelang waktu berbuka puasa.
Sejak pukul 15.30 WIB, para pedagang mulai menggelar lapak. Mereka menjajakan beragam makanan dan minuman, mulai dari kolak pisang, es buah, es timun suri, hingga aneka gorengan seperti bakwan, tahu isi, dan risoles.
Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, berkisar Rp1.000 hingga Rp10 ribu per porsi.
Bagus, warga Ciracas Kota Serang, mengaku, sengaja datang ke pasar kuliner hanya untuk berburu takjil.
“Ya, rutin ke sini kalau bulan puasa. Buat nyari (takjil) buka puasa,” katanya, Jumat (20/2/2026).
Salah satu pedagang, Siti (42), mengaku selalu berjualan di lokasi tersebut setiap Ramadan. Ia menilai kawasan Masjid Agung At Tsauroh menjadi titik favorit warga untuk ngabuburit sekaligus membeli hidangan berbuka.
“Setiap sore pasti ramai. Banyak yang sengaja datang ke sini karena pilihannya lengkap dan lokasinya strategis,” ujarnya.
Tak hanya warga sekitar, pengunjung juga datang dari berbagai wilayah di Kota Serang. Mereka memanfaatkan momen ngabuburit dengan berjalan santai di sekitar alun-alun sambil menunggu azan magrib.
Menjelang azan magrib, antrean pembeli semakin panjang. Pedagang terlihat sibuk melayani transaksi, sementara pengunjung membawa kantong plastik berisi aneka hidangan untuk berbuka bersama keluarga.
Pasar takjil di Masjid Agung At Tsauroh tidak hanya menggerakkan roda ekonomi warga, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi Ramadan di Kota Serang. Aktivitas jual beli yang berlangsung setiap sore itu menghadirkan suasana hangat dan kebersamaan di jantung ibu kota Provinsi Banten.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah