Beranda Cinta Supaya Hubungan Asmara Langgeng? Jangan Terburu-buru Memulainya

Supaya Hubungan Asmara Langgeng? Jangan Terburu-buru Memulainya

324
0
Ilustrasi - foto istimewa nakita.id

Ketika menemukan orang yang dirasa tepat untuk menjadi kekasih, sebaiknya kita jangan buru-buru mengajaknya menjalin asmara.

Meski perasaan kita tak bertepuk sebelah tangan, tetap saja perkara asmara bukan hal yang mudah.

Hubungan asmara yang dimulai terlalu cepat, besar kemungkinannya untuk segera berakhir.

Inilah mengapa banyak orang yang menunda untuk langsung membuat komitmen bersama, meski telah merasa saling cocok.

Namun, apakah cara ini benar-benar akan membuat hubungan kita berjalan langgeng?

Susan Winter, pakar asmara dari New York, Amerika Serikat mengatakan, perlahan-lahan dalam memulai komitmen, tak selalu berjalan lambat seperti yang kita pikirkan.

Baca juga: Hubungan Asmara yang Sehat Bisa Berikan 6 Manfaat Tak Terduga

“Menjalani asmara secara perlahan biasanya permintaan dari satu pihak yang tak yakin tentang hubungan yang dijalani,” kata Winter dilansir kompas.com.

Menurut dia, hal ini bisa terjadi karena adanya luka di masa lalu. Ia ingin secara perlahan dan memastikan jika orang yang ia cintai adalah orang tepat, sebelum benar-benar mengklaimnya sebagai pasangan.

Winter juga mengatakan, meminta perlahan dalam menjalin asmara bisa berarti teknik untuk mengulur waktu.

“Salah satu pihak mungkin ingin berhati-hati dalam menjalani hubungan, sehingga tidak bertanggung jawab secara emosional ketika ada hal buruk dalam hubungan,” ucapnya.

Menurut Winter, hal semacam ini terutama terjadi jika hubungan tersebut berdasarkan ketertarikan fisik antara dua individu, dan tak ingin menjadi lebih jauh.

Keinginan untuk menyelami hubungan asmara secara perlahan memang tak selalu berasal dari keinginan untuk berhati-hati.

Tapi, ada manfaat besar yang kita dapat jika kita tak buru-buru dalam menjalin hubungan.

“Hubungan yang terlalu cepat akan menjadi masalah. Itu dibangun di atas nafsu, ilusi, dan fantasi,” kata Winter.

Tidak membiarkan diri terlalu sibuk dengan intensitas membuat kita dapat mengevaluasi potensi hubungan dengan pikiran jernih.

Menurut Winter, kejernihan berpikir akan datang saat kita tak buru-buru dalam memutuskan untuk menjalin asmara.

“Dalam hubungan yang penuh gairah, nafsu mengaburkan visi kita,” kata Winter.

Dengan melakukannya secara perlahan, menurut Winter, kita akan mengambil hal-hal lebih lambat.

Dengan demikian kita bisa mengatur perasaan sehingga punya waktu berpikir, memproses, dan menilai pasangan baru tersebut.

Memberi diri lebih banyak waktu untuk membangun koneksi yang berkelanjutan juga dapat memberi kita kesempatan untuk mengamati faktor konsistensi.

Bagi Winter, konsistensi merupakan sesuatu yang diyakini dapat memisahkan hubungan kasual dari yang lebih serius.

“Perbedaan antara hubungan yang bersifat sementara dan lama adalah konsistensi,” kata Winter.

Jadi, meluangkan waktu dapat memungkinkan elemen-elemen dasar masuk ke dalam hubungan, sehingga konsistensi ada dalam hubungan asmara yang akan kita jalani.

Jika mengambil pendekatan tentatif untuk cinta tidak terdengar seperti ide yang buruk, maka melakukan perlahan mungkin merupakan langkah yang juga baik. (Red)