SERANG – Jeriken, ember, dan galon berjejer di tepi jalan Kampung Ciranjang hingga Kampung Jamblang, Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Sabtu (25/7/2026).
Warga berbondong-bondong membawa wadah penampung air setelah kemarau mulai mengeringkan sumber air yang selama ini mereka andalkan.
Di tengah krisis air bersih itu, Polsek Kasemen menyalurkan 24 ribu liter air untuk memenuhi kebutuhan ratusan keluarga yang mulai kesulitan mendapatkan air untuk minum, memasak, dan kebutuhan sehari-hari.
Kapolsek Kasemen, Iptu Ahmad Nasihin mengatakan, personelnya mulai mendistribusikan air bersih sejak pukul 11.00 WIB. Penyaluran berlangsung di dua kampung yang paling terdampak, yakni Ciranjang dan Jamblang.
“Anggota Polsek Kasemen melaksanakan penyaluran air bersih bantuan untuk warga yang membutuhkan air bersih di Kelurahan Sawah Luhur sejak pukul 11.00 WIB, mulai Kampung Ciranjang hingga Kampung Jamblang,” kata Ahmad Nasihin.
Sebanyak 24 ribu liter air yang berasal dari bantuan Kapolresta Serang Kota itu menyasar sekitar 375 kepala keluarga di Kampung Ciranjang dan 400 kepala keluarga di Kampung Jamblang.
Bagi warga, bantuan tersebut bukan sekadar pasokan air, tetapi menjadi solusi sementara di tengah musim kemarau yang membuat sumur mulai surut.
“Kegiatan anggota melaksanakan penyaluran air bersih sebanyak 24 ribu liter bantuan Kapolresta Serang Kota kepada warga yang membutuhkan air bersih di Kelurahan Sawah Luhur,” ujar Ahmad.
Di sela pembagian air, personel Polsek Kasemen juga mengingatkan warga agar memanfaatkan layanan darurat Call Center 110 jika menemukan tindak kriminal atau kondisi yang mengancam keselamatan.
“Personel Polsek Kasemen juga melaksanakan sosialisasi Call Center 110. Warga diimbau melaporkan apabila menemukan kejadian apa pun melalui Call Center 110 atau langsung ke Polsek Kasemen,” katanya.
Musim kemarau yang mulai melanda sejumlah wilayah Kota Serang membuat kebutuhan air bersih meningkat. Kondisi itu mendorong berbagai pihak menyalurkan bantuan agar warga tetap memiliki akses terhadap kebutuhan dasar sambil menunggu pasokan air kembali normal.
Penulis : Rasyid
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
