Beranda Peristiwa Suhemah, Nenek Miskin di Cilegon Ini Bertahan Hidup dengan Kelumpuhan Anak-anaknya

Suhemah, Nenek Miskin di Cilegon Ini Bertahan Hidup dengan Kelumpuhan Anak-anaknya

Lurah Masigit, Rohimin (kanan) saat menemui Suhemah dan keluarganya. (Gilang)

CILEGON – Uluran tangan dari berbagai kalangan terus mengalir kepada keluarga Suhemah (80), warga miskin yang tinggal di Jalan Hiu RT 002 RW 006 lingkungan Kavling Blok C, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon.

Di dalam bangunan rumah tua di atas lahan seluas 300 meter itu, Suhemah tinggal bersama empat dari delapan buah hatinya. Tiga putranya Maksum, Sukarman dan Subari yang mengalami kelumpuhan, beserta Tuti, putrinya dengan gangguan kejiwaan.

“Anak-anaknya itu lumpuh sudah sejak remaja. Selama ini dia cuma di rumah saja, paling juga kalau ada yang datang minta ngobatin gigi, barulah dapet rezeki. Soalnya kan dia bisa ngobatin orang yang kalau sakit gigi, belajar dari almarhum suaminya dulu,” ungkap Suhadah (70), adik kandung Suhemah.





Untuk dapat bertahan hidup di tengah pemukiman itu, Suhemah bergantung pada Saiyah (54), putrinya yang tinggal di sepetak bangunan kecil yang menempel di sebelah rumahnya.

“Saiyah juga kan cuma marbot di masjid sini (di seberang rumah Suhemah), terus bantu-bantu ngebersihin rumah warga. Soalnya suaminya juga kan sudah meninggal,” imbuh nenek yang menetap tak jauh dari rumah kakaknya ini.

Kini keluarga Suhemah dapat sedikit bernapas lega dengan bantuan yang berdatangan. Pantauan BantenNews.co.id, selain perorangan, bantuan dalam bentuk sembako juga mengalir dari lembaga dan kelompok masyarakat hingga perorangan.

“Kalau melihat kondisinya memang memprihatinkan, baik itu bangunan termasuk penghuninya. Untuk bantuan rehab bangunan, sudah sejak sebulan lalu kita ajukan permohoan ke Baznas, dan kemarin bantuannya senilai Rp20 juta diserahkan,” ungkap Lurah Masigit, Rohimin yang ditemui di kediaman Suhemah, Kamis (21/1/2021).

Tidak sebatas bangunan, lanjut Rohimin, pihaknya bahkan sudah berupaya untuk memberikan bantuan medis terhadap putra-putri Suhemah. Sayangnya ajakan untuk menjalani perawatan di RSUD tersebut ditolak oleh keluarga Suhemah dengan alasan tertentu.

“Tadi saya juga sudah koordinasi dengan Kepala Puskesmas, katanya kemarin juga sudah dicek kondisinya dan disarankan dirawat di RSUD. Cuma keluarganya khawatir, nanti dirawat tidak ada yang ngurusin. Tapi kalau perawatan di rumah mereka mau. Nah ini sedang kita upayakan,” katanya.

Untuk dapat meringankan beban keluarga Suhemah, pemerintah daerah akan rutin berupaya memberikan bantuan melalui sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Kita bersyukur banyak kepedulian masyarakat yang tergerak hatinya. Kita juga akan berupaya agar keluarga ini bisa mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial. Sebelumnya, dia juga sudah mendapatkan bantuan berupa BST (Bantuan Sosial Tunai),” imbuh Camat Jombang, AH Junaedi. (dev/red)