
SERANG-Pemerintah Provinsi Banten mengklaim ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di wilayahnya dalam kondisi aman menjelang arus mudik dan libur Lebaran 2026. Kepastian ini disampaikan di tengah kekhawatiran masyarakat terkait situasi perang di Timur Tengah yang dinilai berpotensi memengaruhi pasokan energi.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten, Ari James Faraddy, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir karena stok BBM dan LPG masih mencukupi.
“Sudah ada rilis resmi dari Pertamina, jadi masyarakat Banten tidak perlu khawatir dengan ketersediaan BBM dan LPG,” kata Ari kepada BantenNews.co.id, Selasa (10/3/2026).
Ari menjelaskan, cadangan energi di wilayah Banten saat ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode mudik Lebaran. Ia juga mengimbau warga agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.
“Yang pasti jangan panic buying, karena cadangan BBM dan LPG masih tersedia hingga sekitar 21 hari ke depan,” ujarnya.
Menurut dia, pasokan energi di Banten juga dipastikan mampu melayani kebutuhan pemudik dari Sumatra yang melintas di wilayah tersebut.
“Pemudik dari Sumatra yang melintas di Banten juga tetap bisa mengisi BBM, karena stoknya aman,” katanya.
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian dan Pemantauan Penyaluran Energi selama masa Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB), Susanto August Satria, mengatakan stok BBM dan LPG di wilayah JBB saat ini berada pada level aman.
“Kami menyampaikan bahwa kondisi stok BBM dan LPG di wilayah Jawa Bagian Barat dan sekitarnya berada pada level yang aman. Kami juga telah melakukan build up stok atau penambahan cadangan pasokan energi di sejumlah titik distribusi guna mengantisipasi potensi peningkatan permintaan selama Ramadan dan Idulfitri,” ujar Satria.
Ia menjelaskan, Pertamina Patra Niaga Regional JBB juga mengantisipasi peningkatan permintaan energi dengan menerapkan metode Regular, Alternative, dan Emergency (RAE) dalam pengelolaan rantai pasok dan distribusi BBM serta LPG.
Metode ini diterapkan untuk memastikan distribusi energi tetap berjalan normal dan berkelanjutan selama periode Ramadan dan Idulfitri. Selain itu, Pertamina juga menyiapkan berbagai layanan tambahan bagi pemudik, mulai dari operasional SPBU selama 24 jam hingga Mini Serambi MyPertamina di sembilan titik SPBU yang berada di jalur ramai pemudik.
Satria turut mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau penimbunan BBM dan LPG.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan, karena pasokan energi akan terus kami jaga agar tetap tersedia dan tersalurkan dengan baik kepada masyarakat,” tutupnya.
Penulis: Audindra Kusuma
Editor: TB Ahmad Fauzi