
PANDEGLANG – Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kadubanen, Kabupaten Pandeglang, membatasi pembelian pertalite untuk sepeda motor berkapasitas besar maksimal Rp50 ribu sekali pengisian. Pengelola menyebut kebijakan itu sebagai inisiatif internal untuk mengantisipasi penyalahgunaan BBM subsidi, bukan aturan dari Pertamina.
Manager SPBU Kadubanen, Ipul Saefuloh mengatakan, pihaknya meminta operator lebih teliti melayani pembelian, terutama transaksi yang dinilai tidak wajar.
“Untuk motor besar seperti Thunder, kita paling kasih di angka Rp50 ribu. Itu inisiatif kami sendiri, bukan aturan dari Pertamina. Kita menjaga stabilitas dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Ipul, Selasa (3/11/2026).
Pengelola juga memperketat pemeriksaan barcode atau QR Code saat konsumen membeli Pertalite. Operator harus mencocokkan data kendaraan dengan barcode yang digunakan.
Jika barcode tidak sesuai dengan kendaraan, operator akan menolak pengisian. Pengelola juga dapat menolak transaksi berulang yang mencurigakan atau pembelian yang melampaui batas.
“Kalau barcode dengan kendaraannya berbeda, kita tidak layani. Kalau ada transaksi mencurigakan atau pembeliannya sudah melebihi batas, kita juga bisa menolak,” ujarnya.
Ipul mengaku, belum menemukan indikasi penyalahgunaan BBM subsidi di SPBU Kadubanen. Ia menyebut operator lebih mudah mengenali pola transaksi tidak wajar karena berhadapan langsung dengan konsumen.
Di sisi lain, Ipul memastikan stok Pertalite di SPBU Kadubanen masih aman. Pengiriman berjalan normal, meski awak mobil tangki terkadang terlambat satu hingga dua jam.
Menurutnya, stok cadangan membuat keterlambatan itu tidak mengganggu penjualan.
“Selama ini stok dan pengiriman normal, aman. Memang ada keterlambatan dari AMT, tetapi tidak memengaruhi penjualan karena stok yang ada masih tersedia,” jelasnya.
Ipul mengatakan, pengelola menebus BBM sesuai kebutuhan dan biasanya menerima pengiriman pada hari berikutnya. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara rinci kuota Pertalite yang SPBU terima setiap bulan.
Ia juga mengakui antrean kendaraan terkadang memanjang, terutama saat konsumen membeli Pertalite. Pengelola rutin mengarahkan operator agar melayani konsumen dengan cepat dan tetap mengutamakan keselamatan.
“Kita briefing operator untuk memberikan pelayanan sebagus mungkin, sebaik mungkin, dan secepat mungkin,” tuturnya.
Penulis : Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd