Beranda Peristiwa Soal Truk Pasir Bandel di JLS Cilegon, Wali Kota Klaim Bakal Upayakan...

Soal Truk Pasir Bandel di JLS Cilegon, Wali Kota Klaim Bakal Upayakan Penilangan

Petugas Dishub Cilegon yang baru disiagakan pada saat Wali Kota Cilegon, Robinsar memantau JLS. (Maulana)

CILEGON – Pasca masih maraknya truk muatan pasir basah yang melintas di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon ramai disoal oleh warga hingga di media sosial, Wali Kota Cilegon, Robinsar bersama Dinas Perhubungan dan Paguyuban Galian Lingkar Selatan (PGLS) turun ke lapangan pada Minggu (10/5/2026) sore.

Pantauan BantenNews.co.id, pada pagi hari ini truk-truk muatan pasir basah itu masih tetap beroperasi dan beberapa di antaranya parkir di tepi JLS hingga mengakibatkan genangan lumpur tanpa adanya pengawasan dari petugas Dishub Cilegon di lapangan.

Dalam rangka merespons dinamika sosial yang membahayakan pengguna jalan lain tersebut, Robinsar bersama tim turun ke lapangan guna memastikan jalannya pemberlakuan pembatasan jam operasional truk pasir yang telah disepakati dengan PGLS.

“Jam 6 pagi sampai jam 8, jam 16 sampai jam 19 malam tidak boleh ada kendaraan tambang yang melintas. Itu sudah kita sepakati dengan teman-teman galian dan berharap diindahkan, dijaga,” katanya saat ditemui di lokasi.

Meski saat ini pemberlakuan pembatasan itu masih bersifat edaran dan akan terus dievaluasi, Robinsar tak memungkiri kemungkinan terdapat oknum penambang pasir yang membandel. Terkait hal itu, ia menegaskan akan ada upaya penilangan bagi para pelanggar.

“Ya, nanti kita sampaikan ke kepolisian. Sekarang kita penertiban dulu, kalau memang nanti bisa dikuatkan dengan kepolisian. Kapolres juga sudah mengapresiasi, tinggal tindak lanjut seperti apa. Makanya, kondisi di lapangan hari ini seperti apa, nanti kita tindak lanjuti,” ungkapnya.

Diketahui, soal truk dengan muatan pasir yang masih basah itu juga menjadi persoalan tersendiri yang telah berlangsung cukup lama. Pasalnya, selain membahayakan pengguna jalan lain, juga berpotensi merusak jalan.

“Pokoknya tadi saya arahkan juga ke penambang pasir supaya tidak memuat pasir basah. Kita juga tadi menegur, langsung menghubungi penambangnya, karena kita sudah sosialisasi juga untuk sama-sama menjaga. Kalau masih basah jangan suruh keluar dulu,” ucapnya.

Baca Juga :  Mahasiswa Pandeglang Terobos Kawat Berduri Saat Pelantikan Anggota DPRD

Sebagai informasi, kepadatan kendaraan yang kerap terjadi di JLS Cilegon, khususnya pada jam sibuk dilatarbelakangi oleh adanya perbaikan jalan di simpang tiga Pondok Cilegon Indah (PCI) yang menyebabkan kemacetan.

Pemkot Cilegon berjanji akan terus mengevaluasi kebijakan pemberlakuan pembatasan kendaraan-kendaraan besar yang berpotensi menyebabkan kemacetan parah dan diketahui acap kali melaju secara ugal-ugalan tersebut.

“Ke depan kalau diperlukan kendaraan-kendaraan operasional perusahaan pun akan kita batasi kalau memang masih padat saja,” tutup Robinsar.

Penulis: Maulana
Editor: Gilang Fattah