Beranda Pilkada Serentak 2020 Soal Tenaga Kerja, Eki Soroti Pungli, Tatu Beber Turunnya Angka Pengangguran

Soal Tenaga Kerja, Eki Soroti Pungli, Tatu Beber Turunnya Angka Pengangguran

423
0
Tangkap layar suasana debat Pilkada Kabupaten Serang 2020. (tangkap layar dari YouTube)

KAB. SERANG – Kabupaten Serang memiliki wilayah industri yang cukup besar. Industri tersebut menjadi salah satu magnet para tenaga kerja asing, tenaga kerja urban dan tenaga kerja lokal untuk berebut dan bersaing memperoleh pekerjaan.

Dalam debat kandidat Pilkada Kabupaten Serang 2020 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Serang di salah satu televisi swasta iNews moderator Desvita Bionda meminta tanggapan pasangan calon untuk memaparkan strategi mengantisipasi gesekan antara para pencari tenaga kerja dari luar, urban dan lokal.

Calon wakil bupati Serang nomor urut 2 Eki Baihaki mengkritisi praktik percaloan tenaga kerja di wilayah Kabupaten Serang. “Ke depan masyarakat Kabupaten Serang tidak harus menyiapkan uang. Gimana ceritanya mau bekerja harus keluar uang,” kata Eki, Rabu (18/11/2020) malam.



Menanggapi jawaban Eki, Calon Bupati Serang nomor urut 1 Tatu Chasanah mengatakan bahwa fenomena pengangguran dan kemampuan bersaing dengan tenaga kerja asing merupakan warisan dari kepemimpinan Bupati Serang terdahulu yang tak lain adalah orangtua Eki, Ahmad Taufik Nuriman (ATN). Pada periode ATN, pendidikan dinilai belum menjadi investasi utama untuk meningkatkan sumber daya manusia.

“Mengenai persaingan dengan tenaga kerja asing. Ini termasuk warisan terdahulu tidak investasi pendidikan dan pelatihan kepada anak-anak kita. Sekarang hasilnya pengangguran tinggi dan kurang daya saing. Makanya 4 kepemimpinan kami investasi pendidikan dan pelatihan skill terus dilakukan.”

Tatu menambahkan data dan fakta dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten tahun 2016 di Kabupaten Serang sebanyak 14 persen pengangguran. “Dan di 2019 ketika periode kami (Tatu-Pandji) menurunkan 4 persen, ini data” kata Tatu.

Untuk diketahui, predikat angka pengangguran tertinggi di Banten yang disandang Kabupaten Serang sejak tahun 2012 akhirnya terlepaskan. BPS merilis per Agustus 2020 mencatatkan, Kabupaten Serang berada di posisi ke tiga tingkat pengangguran dari delapan kabupaten/kota.

Berdasarkan data BPS Provinsi Banten, tingkat pengangguran Banten per Agustus 2010 sebesar 10,64 persen atau sebanyak 661 ribu orang. Meningkat 2,53 persen atau bertambah sebanyak 171 ribu orang dibandingkan Agustus 2019.

Sementara berdasarkan delapan kabupaten/kota, pengangguran tertinggi terjadi di Kabupaten Tangerang sebesar 13,06 persen, disusul Kota Cilegon 12,69 persen dan Kabupaten Serang 12,22 persen. (you/red)