Beranda Peristiwa Soal Rencana Deklarasi Gerakan Pro dan Kontra Presiden di Banten, Ini Kata...

Soal Rencana Deklarasi Gerakan Pro dan Kontra Presiden di Banten, Ini Kata MUI

68
0
Ketua MUI Banten, AM Romly. (Foto : Gilang)

SERANG – Kabar akan adanya deklarasi dari kelompok pendukung #2019GantiPresiden dan kubu yang yang menginginkan agar Presiden Jokowi melanjutkan jabatannya di periode kedua di Provinsi Banten mengundang atensi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten.

Ketua MUI Banten, AM Romly menyarankan agar rencana deklarasi itu ditunda dengan alasan momentum tersebut dilaksanakan pada waktu yang tidak tepat. “Sebaiknya diundur dan dilakukan pada waktu kampanye saja. Karena yang menggantinya (Presiden) juga siapa? kan belum ada juga yang deklarasi. Yang jelas kan sekarang yang ada cuma Presiden saja kan, kalau calonnya belum pada daftar,” ujarnya saat ditemui di hotel Horison Forbis, Kabupaten Serang, Kamis (2/8/2018).

Menurutnya, selain alasan tersebut di atas, penyelenggara yang terlibat langsung dalam rencana deklarasi perlu mempertimbangkan dampak yang akan dimunculkan atas adanya deklarasi tersebut terhadap masyarakat Banten.

“Banten ini kan sedang kondusif. Pemilukadanya aman dan damai, sebentar lagi akan ada Asian Games. Nah kondisi ini harus sama-sama kita jaga. Sebab kalau sampai ada aksi dari deklarasi, pasti akan muncul reaksi dari kubu yang lain. Saya mengkhawatirkan, hal ini menimbulkan kegaduhan dan terjadi pertentangan di masyarakat yang sebelum waktunya (kampanye pemilu presiden),” terangnya.

Lebih jauh dirinya juga berpesan agar agenda politik pada pemilu presiden tidak menjadi momentum pertarungan antar ulama sehingga mengganggu hubungan silaturahmi antar ulama.

“Sebagai pelayan ulama, pasti saya akan merasa sedih kalau (berdampak pada hubungan antar ulama) itu sampai terjadi. Umat akan bingung. Jadi baiknya ditunda dululah deklarasi itu, karena itu akan menimbulkan pro kontra antara ulama dan umat itu sendiri,” tandasnya. (dev/red)