Beranda Kesehatan Soal Penanganan Stunting di Kabupaten Tangerang, Begini Kata Bank Dunia

Soal Penanganan Stunting di Kabupaten Tangerang, Begini Kata Bank Dunia

Ilustrasi - foto istimewa okezone.com

KAB. TANGERANG – Bank Dunia (World Bank) bersama Tim Penurunan Stunting Sekretariat Wakil Presiden RI (Setwapres) mengunjungi Desa Serdang Kulon, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang untuk memastikan penurunan stunting berjalan dengan baik.

Tim Bank Dunia mengapresiasi upaya penekanan kasus stunting oleh Kabupaten Tangerang, khususnya di Desa Serdang Kulon.

Tim Bank Dunia berkunjung untuk melihat program penanganan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Tangerang yang akan menjadi percontohan atau pilot project dari Bank Dunia.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TPPKK) Desa Serdang Kulon, Mamih Mulyawati mengatakan upaya penurunan stunting terus dilakukan dan didukung dengan adanya gedung holistic integrative.

“Berkat dukungan semua pihak, khususnya Pak Bupati, di Desa Serdang Kulon ini dapat tercipta gedung holistic integrative yang dimana dalam satu lingkungan terdapat Posyandu, Bina Keluarga Balita (BKB), dan juga Pendidikan Usia Dini (PAUD), upaya pencegahan stunting juga tak luput dari peran serta Kepala Desa Serdang Kulon yang terus-menerus memberikan sumbangan PMT setiap tiga kali seminggu kepada balita yang terindikasi stunting,” terangnya.

Keberhasilan tersebut juga ditandai dengan penurunan jumlah kasus stunting yang saat ini mencapai 11 orang anak yang terindikasi stunting. Angka tersebut menunjukkan penurunan dari tahun sebelumnya dimana terdapat 22 anak yang terindikasi stunting.

“Upaya-upaya pencegahan terus kami lakukan bersama dengan kader PKK, kader Posyandu dan bidan desa dengan melakukan penyuluhan, pembinaan, dan verifikasi dengan intervensi kepada para remaja, ibu hamil, dan ibu yang baru melahirkan,” katanya.

Menurutnya, kasus permasalahan stunting harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Mamih berharap ke depannya angka stunting di Kabupaten Tangerang khususnya di Desa Serdang Kulon dapat mencapai 0 persen atau zero kasus.

(Ril/Red)

Dukung BantenNews.co.id untuk terus menyajikan jurnalistik yang independen. Klik disini