LEBAK – Dinas Koperasi dan UKM (DinkopUKM) Kabupaten Lebak menjelaskan alasan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Girimukti, Kecamatan Cimarga, yang viral karena berada di atas bukit dan jauh dari permukiman warga.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DinkopUKM Kabupaten Lebak, Imam Suangsa, menegaskan lokasi tersebut tetap memenuhi kriteria sebagai lokasi strategis.
Menurut Imam, pemerintah tidak hanya menilai lokasi strategis dari posisinya di pinggir jalan, tetapi juga dari kemudahan akses bagi masyarakat dan kendaraan logistik.
“Istilah strategis bukan hanya berada di pinggir jalan. Yang paling utama, masyarakat bisa mengaksesnya dan kendaraan logistik bisa masuk,” kata Imam kepada wartawan, Kamis (9/7/2026).
Imam menjelaskan, akses logistik menjadi faktor penting karena KDKMP nantinya melayani distribusi berbagai kebutuhan pokok, seperti beras dari Bulog, elpiji dari Pertamina, hingga pupuk.
“Kalau ada pengiriman barang, mobil boks atau truk harus bisa masuk ke koperasi. Itu yang kami maksud strategis,” ujarnya.
Ia menilai lokasi KDKMP di Desa Girimukti tetap layak meski berada jauh dari permukiman warga.
“Lokasi ini masih strategis karena masyarakat dan mitra tetap bisa mengaksesnya,” katanya.
Imam juga menjelaskan setiap desa memiliki kondisi lahan yang berbeda sehingga tidak semua desa dapat menyediakan lokasi ideal untuk pembangunan KDKMP.
Menurutnya, ada desa yang hanya memiliki lahan di bawah 1.000 meter persegi, sementara desa lain hanya memiliki tanah yang berada di kawasan sawah dilindungi sehingga tidak bisa digunakan.
“Kalau desa tidak memiliki lahan yang memenuhi syarat, pemerintah daerah akan memfasilitasi penggunaan lahan milik BUMN seperti Perhutani atau PTPN,” jelasnya.
Sebelumnya, video pembangunan KDMP di Desa Girimukti, Kecamatan Cimarga, viral di media sosial. Banyak warga mempertanyakan efektivitas koperasi tersebut karena lokasinya berada di atas bukit dan dinilai terlalu sepi untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Penulis : Sandi Sudrajat
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
