Beranda Peristiwa Soal Eksploitasi Alam di Hutan Larangan Baduy, Gubernur Banten Serahkan ke Polda

Soal Eksploitasi Alam di Hutan Larangan Baduy, Gubernur Banten Serahkan ke Polda

Masyarakat Baduy Dalam berjalan menyusuri hutan. (Mir/BantenNews.co.id)

SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menyerahkan sepenuhnya kasus maraknya pembalakan liar dan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di hutan larangan Baduy tepatnya di Gunung Liman, Kawasan Pegunungan Kedeng ke Polda Banten. Diketahui, masyarakat Adat Suku Baduy mengeluhkan adanya eksploitasi alam di tanah adatnya.

“Banyak gurandil, itu sudah kita serahkan ke Polda. Kapolri juga akan menangani. Karena kalau (kasus) kriminal kewenangannya ke sana (polisi),” ujar WH.

WH juga mengaku, dalam dua hari ini akan menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) untuk melakukan pengecekan ke lapangan.

“Kita cek dulu ke lapangan, biar tahu lebih jauh. Karena ini katanya dua hektare luas (hutan yang dieksploitasi). Kasian juga kan masyarakat (Baduy),” kata WH.

Selain menerjunkan tim, lanjut WH, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten juga akan berkoordinasi dengan Pemkab Lebak dan juga Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Nanti kita koordinasi dengan Bupati Lebak. Kita juga akan turunkan tim muspida, BPN juga akan cek ke lapangan. Kita lihat lah dalam dua hari ini,” ungkapnya.

Sementara, Pendamping Komunitas Adat baduy, Uday Suhada medesak pemerintah baik provinsi dan Kabupaten Lebak segera melakukan langkah-langkah penertiban tambang liar.

“Jika hal tersebut dibiarkan akan memberi dampak yang luar biasa.┬áKetika pohon di sekitar Gunung Liman ditebang maka ngga akan lagi (bisa) menyerap air. Ditambah di sana kan konturnya berbatu, tentunya potensi longsor cukup besar. Makanya jangan dicangkul, apalagi gugusan selatan salah satu gugusan daerah rawan gempa,” katanya.

“Saya juga meminta aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas. Saya juga memeinta pemerintah baik provinsi dan Pemkab Lebak segera melakukan langkah-langkah penertiban (tambang liar),” sambungnya. (Mir/Red)