CILEGON – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putra, menanggapi tuntutan para ketua RT dan RW yang kembali mempertanyakan realisasi janji politik kenaikan gaji hingga Rp2 juta. Dimana hingga 2 tahun kepemimpinan Wali Kota Cilegon, Robinsar dan Wakil Wali Kota, Fajar Hadi Prabowo belum ada kejelasan.
Aziz yang juga menjabat Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menyebut kondisi fiskal daerah kemungkinan belum mampu mendukung kenaikan tersebut saat ini.
Aziz mengakui bahwa kenaikan honorarium RT/RW merupakan salah satu janji politik Robinsar-Fajar Hadi Prabowo.
Menurutnya, persoalan tersebut juga telah disampaikan oleh sejumlah pihak. Namun, ia meminta agar penjelasan lebih lanjut mengenai realisasi janji tersebut dikonfirmasi kepada kepala daerah.
“Saya juga ada yang menyampaikan hal itu, ya, karena ini janji politiknya Pak Wali dan Pak Wakil. Ya mungkin alangkah baiknya ditanyakan ke beliau,” ujar Aziz ditemui di Gedung DPRD Kota Cilegon, Senin (2/10/2026).
Meski demikian, Aziz menyatakan akan meneruskan aspirasi tersebut kepada Wali Kota Cilegon. “Nanti saya sampaikan ke Wali Kota,” ucapnya.
Aziz menjelaskan, salah satu hal yang menjadi pertimbangan dalam realisasi kenaikan honorarium adalah kondisi fiskal Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon.
Ia menyebut pemerintah daerah baru menjalani sekitar dua tahun dari masa jabatan lima tahun. Karena itu, ia berharap janji kenaikan honorarium tersebut dapat direalisasikan sebelum masa jabatan kepala daerah berakhir.
“Karena kondisi fiskal kita yang mungkin belum mampu untuk menaikkan, ya, karena kan janji politik selama lima tahun, kita baru dua tahun nih. Mudah-mudahan di akhir periode bisa terlaksana,” katanya.
Dalam tuntutan yang disampaikan pengurus RT/RW, kenaikan honorarium disebut dijanjikan sebesar 15 persen setiap tahun hingga mencapai Rp2 juta pada akhir masa jabatan kepala daerah.
Namun, hingga kini, kepastian mengenai skema kenaikan, waktu pelaksanaan, serta mekanisme pembayarannya masih dipertanyakan.
Aziz mengaku mengetahui informasi mengenai janji kenaikan tersebut. Meski demikian, ia belum memberikan kepastian mengenai kapan kebijakan itu akan direalisasikan.
“Nanti saya sampaikan ke Pak Wali,” ujarnya.
Penulis: Usman Temposo
Editor: Wahyudin
