Beranda Bisnis Soal 3 Perusahaan Besar Akan Hengkang dari Banten, Ini Klarifikasi Kadisnakertrans

Soal 3 Perusahaan Besar Akan Hengkang dari Banten, Ini Klarifikasi Kadisnakertrans

Asda 1 Setda Pemprov Banten Septo Kalnadi. (Iyus/Bantennews)

SERANG – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten, Septo Kalnadi akhirnya meralat terkait pernyataan akan hengkangnya tiga perusahaan besar di Banten pada 2023 mendatang. Dirinya menyatakan, jika ketiga perusahaan bukan hengkang, akan tetapi melakukan ekspansi di daerah lain.

“Saya nyatakan omongan itu tidak benar dan kita berharap tiga perusahaan itu tetap bertahan di Banten. Mereka (tiga perusahaan itu) hanya ekspansi bisnis, kan dalam manajemen bisnis ada metode tertentu untuk mempertahankan usaha di tengah bayang-bayang krisis 2023 itu dampak dari kondisi global,” ujar Septo kepada awak media, Selasa (15/11/2023).

Dikatakan Septo, yang paling utama dilakukan saat ini bagaimana menciptakan hubungan industrial yang sudah kondusif dan terjalin baik sejak lama.

“Ini kita pertahankan, apalagi sekarang ini masa titik krusial untuk menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK). Kita diberi waktu provinsi sampai tanggal 21 November dan UMK 30 november. Kita berharap bisa mengakomodir kepentingan pengusaha, kepentingan serikat untuk menjaga kondusifitas industri di Banten,” kata Septo.

Septo juga berharap ke depan investasi yang masuk di Provinsi Banten dapat menyerap banyak tenaga kerja lokal

“Semoga ke depan investasi di Banten (bisa lebih baik lagi). Contohnya dibuka kawasan industri di Lebak (kita berharap juga) banyak menyerap tenaga kerja lebih banyak. Karena ini membantu dalam (menurunkan) tingkat pengguran di Banten,” ucapnya.

Septo juga mengajak seluruh pelaku usaha baik industri besar mauoun kreatif untuk sama-sama menciptakan iklim industri yang baik dalam rangka mengurangi angka tingkat pengangguran terbuka (TPT).

“Pekerja baru industri kreatif untuk mengurangi TPT, karena investasi tidak sebanding dengan penyerapan tenaga kerja. Investasi besar satu daerah Rp 1,7 triliun, pun cuma menyerap 500 sampai 700 orang. Kami harap dengan membuka kawasan industri di Lebak saya harap dipermudah investasinya. Dan perusahaan yang masuk padat karya,” tandasnya. (Mir/Red)