
PANDEGLANG — Aksi pencurian besar mengguncang SMK Azzahra Nusantara, Kabupaten Pandeglang. Komplotan maling menggasak 11 unit CPU komputer beserta sejumlah perangkat elektronik milik sekolah yang berada di Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang,.
Pelaku diduga beraksi pada Minggu dini hari (21/6/2026). Petugas kebersihan pertama kali mengetahui kejadian tersebut saat datang untuk membersihkan ruangan pada pagi hari.
Kepala SMK Azzahra Nusantara Pandeglang, Haerussalam mengatakan, kondisi sekolah masih aman saat petugas terakhir mengecek sekitar pukul 23.00 WIB pada Sabtu malam.
Namun saat pagi tiba, barang-barang penting di sekolah sudah lenyap.
“Sekitar jam 11 malam kondisi masih aman. Pagi harinya barang-barang sudah hilang semua. Pelaku membawa 11 unit CPU, 1 laptop, 2 infokus, dan 1 televisi,” kata Haerussalam, Senin (22/6/2026).
Haerussalam menduga, pencurian dilakukan lebih dari satu pelaku. “Mustahil satu orang mampu membawa barang elektronik dalam jumlah besar sekaligus,” ucapnya.
Pelaku masuk dengan cara membongkar jendela dan merusak teralis besi sebelum mengobrak-abrik sejumlah ruangan.
Saat petugas kebersihan masuk, kondisi sekolah sudah berantakan. Pintu beberapa ruangan terbuka, barang elektronik raib, dan bekas congkel terlihat di sejumlah titik.
“Petugas kebersihan melihat pintu sudah terbuka. Saat dicek ke ruang tamu, televisi sudah hilang. Di ruang TU ada bekas congkel, dan semua ruangan berantakan,” ujarnya.
Pihak sekolah memperkirakan total kerugian akibat pencurian ini mencapai Rp37 juta.
Kasus ini sudah masuk ke pihak kepolisian. Aparat kini memburu pelaku dan menyelidiki kemungkinan keterlibatan komplotan spesialis pencurian sekolah.
Pencurian tersebut juga memukul kegiatan belajar mengajar di sekolah, terutama bagi siswa jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) yang sangat bergantung pada perangkat komputer.
Haerussalam mengakui hilangnya CPU membuat proses pembelajaran terancam terganggu saat sekolah kembali aktif.
“Anak-anak jurusan RPL sangat membutuhkan komputer. Kalau belum ada pengganti, kegiatan belajar pasti terganggu,” tegasnya.
Pihak sekolah kini berupaya mencari solusi sementara agar siswa tetap bisa belajar. Namun, Haerussalam berharap, pemerintah daerah maupun pusat segera turun tangan membantu pengadaan fasilitas pengganti.
Ia menegaskan, sekolah membutuhkan dukungan cepat agar aktivitas belajar siswa tidak lumpuh akibat pencurian tersebut.
Penulis : Memed
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd