Beranda Pendidikan SMAN 10 Pandeglang Bantah Paksa Siswa Mengundurkan Diri

SMAN 10 Pandeglang Bantah Paksa Siswa Mengundurkan Diri

Suasana SMAN 10 Pandeglang. (Madani Prasetia/BantenNews.co.id)

PANDEGLANG – Pihak SMAN 10 Pandeglang akhirnya buka suara terkait dugaan perundungan (bullying) yang dialami siswa kelas XI berinisial KF. Sekolah juga memberikan penjelasan mengenai pengakuan orang tua siswa yang mengaku diminta menandatangani surat pengunduran diri tanpa penjelasan yang utuh.

Kepala SMAN 10 Pandeglang, Aan Qonaah, membantah adanya pemaksaan terhadap orang tua siswa untuk menandatangani surat pengunduran diri. Menurutnya, surat tersebut merupakan bagian dari prosedur penanganan terhadap siswa yang memiliki persoalan kedisiplinan dan kehadiran.

Aan menjelaskan, sejak semester I, KF tercatat beberapa kali memiliki masalah kedisiplinan, mulai dari sering tidak masuk sekolah hingga terlibat pelanggaran tata tertib. Seluruh persoalan tersebut, kata dia, ditangani melalui mekanisme pembinaan berupa kontrak perilaku.

“Kontrak perilaku kami buat sebagai bentuk kesepakatan agar siswa memperbaiki sikapnya. Harapan kami, ketika orang tua menerima surat dari sekolah, mereka segera datang untuk berkomunikasi dan mencari solusi bersama,” kata Aan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (10/7/2026).

Ia menuturkan, salah satu peristiwa terjadi saat KF kedapatan melompati pagar sekolah dan merokok bersama beberapa temannya. Setelah dipanggil ke ruang Bimbingan Konseling (BK), KF diminta menjelaskan kronologi kejadian, termasuk menyebutkan teman-teman yang terlibat.

Menurut Aan, setelah kejadian tersebut, KF mengaku mendapat ejekan dari teman-temannya karena dianggap melaporkan mereka. Meski demikian, pihak sekolah mengklaim telah memanggil seluruh siswa yang terlibat, memberikan kontrak perilaku, serta memediasi agar persoalan tersebut diselesaikan secara damai.

“Kalaupun ada bullying, siswa yang melakukan juga kami beri pembinaan dan kontrak perilaku. Semua sudah dipanggil bersama orang tuanya dan saat itu dinyatakan berdamai,” ujarnya.

Aan mengatakan, setelah persoalan itu selesai, kehadiran KF di sekolah justru semakin menurun. Pihak sekolah beberapa kali melakukan home visit untuk memberikan motivasi agar KF kembali mengikuti pembelajaran dan ujian.

Baca Juga :  Akses SMP Negeri 13 Cilegon Diblokir, Warga Tagih Janji Dindikbud Buka Jalan Bonakarta

Namun, upaya tersebut disebut tidak membuahkan hasil. Menurutnya, komunikasi dengan keluarga juga terkendala karena orang tua siswa beberapa kali sulit ditemui maupun tidak datang ke sekolah meski telah diminta hadir.

Karena siswa terus tidak aktif, pihak sekolah akhirnya menitipkan surat pengunduran diri melalui seorang siswi yang menjenguk KF. Aan menegaskan, surat itu dimaksudkan sebagai peringatan agar orang tua datang ke sekolah, bukan sebagai bentuk pemaksaan untuk mengundurkan diri.

“Harapan kami setelah menerima surat itu orang tua datang ke sekolah. Apalagi rumah siswa cukup jauh di Kecamatan Picung dan sebelumnya juga sempat menyampaikan ke guru BK ingin pindah sekolah karena jarak yang jauh,” katanya.

Aan menambahkan, hingga pelaksanaan ujian kenaikan kelas, KF tidak mengikuti proses pembelajaran maupun evaluasi. Karena itu, sekolah tidak dapat memberikan nilai ataupun menetapkan yang bersangkutan naik ke kelas XII sesuai ketentuan akademik yang berlaku.

Ia menegaskan pihak sekolah tetap membuka ruang komunikasi dengan semua pihak. Ke depan, SMAN 10 Pandeglang akan memperkuat koordinasi dengan orang tua serta meningkatkan kehati-hatian dalam menangani persoalan peserta didik agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

“Saya selaku pimpinan insyaallah akan menyamakan lagi mindset, menyamakan lagi persepsi terkait kehati-hatian dalam menangani anak, rapat juga dengan orang tua dengan mengedepankan kolaborasi yang positif agar benar-benar terjalin,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, dugaan pelanggaran hak pendidikan mencuat di Kabupaten Pandeglang. Seorang siswa kelas XI SMAN 10 Pandeglang berinisial KF diduga mengalami perundungan dari teman sekelasnya. Orang tua KF juga mengaku menandatangani surat pengunduran diri tanpa mendapat penjelasan yang utuh dari pihak sekolah.

Penulis: Mg-Madani Prasetia
Editor: Usman Temposo