Beranda Pariwisata Situs Kosala, Peninggalan Zaman Batu di Kabupaten Lebak

Situs Kosala, Peninggalan Zaman Batu di Kabupaten Lebak

1894
0
Pengunjung saat berada di Situs Lebak Kosala adalah sebuah situs megalitik yang terdapat di Kampung Lebak Sangka, Desa Lebak Gedong, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak. (Fotografer - Ali/BantenNews.co.id)

LEBAK – Di Kabupaten Lebak banyak menyimpan sejarah dan wisata. Salah satu situs sejarah yang masih ada di Lebak Gedong yakni salah satu Kecamatan yang terletak di Kabupaten Lebak, yang menyimpan segudang potensi wisata, baik itu wisata alam, maupun obyek wisata pra sejarah.

Salah satunya objek wisata pra sejarah yang masih memiliki segelintir misteri baik itu asal mula terbentuknya, maupun kegunaannya yang berlokasi di Kecamatan Lebak Gedong adalah Situs Kosala.

Situs Lebak Kosala adalah sebuah situs megalitik yang terdapat di Kampung Lebak Sangka, Desa Lebak Gedong, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak. Situs Lebak Kosala bisa dibilang situs yang komplet dengan berbagai jenis batu khas peninggalan kebudayaan zaman batu tersebut, di antaranya adalah menhir, punden brundak, altar dan juga arca.

Menhir-menhir yang berada di situs ini memiliki permukaan yang halus dan berbentuk menyerupai papan (slab stone). Biasanya batu-batu seperti ini digunakan oleh masyarakat yang hidup di zaman megalitik sebagai tempat menyimpan sesaji dan menjalankan ritual-ritual kepercayaan pada masa tersebut.

Selain itu, di situs ini juga masih terdapat peninggalan kebudayan megalitikum lainnya. Peninggalan tersebut yaitu berupa bangunan punden berundak yang terdiri dari lima undakan dan di setiap undakannya terdapat sebuah batu berbentuk tugu (menhir).

Hingga saat ini situs lebak kosala masih dianggap keramat dan beberapa ritual kepercayaan juga masih dilakukan oleh sebagian masyarakat di sekitar situs.

Selain itu, keberadaan situs yang merupakan tempat bersejarah dari zaman megalitik atau sering disebut zaman batu sampai sekarang kondisinya masih tetap terjaga dengan mempertahankan nilai-nilai sejarahnya.

Hal tersebut tidak luput dari kerja keras Ama Uden yang telah merawat Situs Kosala selama bertahun-tahun. Ama Uden sendiri merupakan warga setempat yang mendapatkan tugas yang secara turun-temurun dari keluarganya untuk mengurus situs tersebut.

“Menjaga situs ini sudah menjadi kewajiban saya, sebagai orang yang secara turun-temurun ditugaskan untuk menjaga Sditus ini,” ucap Ama, Minggu (19/8/2018).

Ama menjelaskan, Situs Kosala yang sudah dibangun sebelum masehi sering digunakan sebagai titik pertemuan para raja dari Pulau Jawa.

“Di sini ada tujuh patilasan atau singasana salah satunya milik prabu Siliwangi, Raden Kian Santang, Uyut Sajira dan Ki Menes,” jelasnya.

Ama mengungkapkan, walaupun pengelolaan Situs Kosala sudah diturunkan secara turun-temurun di keluarganya, akan tetapi masih banyak misteri yang dirinya tidak ketahui termasuk awal mula terbentuknya situs tersebut.

“Masih banyak rahasia yang orang tua saya tidak ungkapkan kepada saya semasa hidupnya,” ungkapnya.

Dikatakannya, tidak jauh dari situs terdapat kolam tempat mereka menyucikan diri sebelum melakukan aktivitas ritual.

Ditemukan juga sejumlah pecahan keramik lokal dan asing. Pecahan keramik lokal dibuat dengan teknik roda putar dan hiasannya dibuat dengan teknik tera atau tekan. Pecahan keramik asing diperkirakan dari abad ke-14 atau ke-15 Masehi. Ditemukan juga sebuah arca setinggi 50 cm yang dikenal dengan “Arca Kosala”.

“Tapi sayang sekarang Arca Kosala sudah hilang dicuri orang,” kata ama.

Sementara itu, Intan seorang pengunjung asal Bogor mengungkapkan dirinya sengaja melakukan perjalanan ke Kabupaten Lebak hanya untuk melihat dan menikmati secara langsung situs pra sejarah tersebut.

“Saya sudah lama penasaran pengen ke sini, pengen liat langsung peninggalan dari zaman batu,” ujarnya.

“Alhamdulillah, saya kesini bisa nambah wawasan tentang sejarah,” tambahnya. (Tra/Ali/Red)