TANGERANG – Anggota DPR RI, Wahidin Halim, mengungkapkan kondisi terbaru para siswa yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Wahidin Halim, para siswa dari berbagai jenjang pendidikan—mulai dari SMA, SMK, Taman Kanak-kanak, hingga santri di Yayasan Tahfidzul Qur’an Wahidin Halim—saat ini telah pulih.
“Sudah pulih alhamdulillah, malam itu juga masing-masing ke dokter,” ujar pria yang akrab disapa WH saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Minggu (12/4/2026).
Politisi Partai NasDem itu menyebut dugaan sementara penyebab keracunan berasal dari salah satu menu makanan, yakni telur yang dicampur mayones.
“Diduga telur yang dikasih mayones,” ungkapnya.
Berdasarkan pantauan di lingkungan Yayasan Tahfidzul Qur’an Wahidin Halim yang berlokasi di Jalan H. Djiran, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, aktivitas warga terpantau berjalan normal.
Namun, aktivitas di sebuah gedung yang berada di samping kediaman Wahidin Halim tampak berbeda. Gedung tersebut diketahui tengah digunakan untuk resepsi pernikahan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pemasok program MBG berada di area tersebut, tepatnya di antara gedung pernikahan dan Masjid Birul Waalidain.
Di lokasi itu tidak ditemukan papan informasi atau penanda yang menunjukkan adanya aktivitas sebagai pemasok program MBG. Selain itu, tidak terlihat adanya aktivitas petugas yang dapat dimintai keterangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG terkait penyebab pasti insiden tersebut.
Sebelumnya, dugaan keracunan akibat konsumsi makanan dari program MBG mencuat setelah hampir 100 siswa dilaporkan mengalami gejala seperti sakit perut, diare, hingga muntah-muntah.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 8 April 2026. Para korban berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari siswa SMA, SMK, TK Al Irsyadiyah, hingga santri pondok pesantren Tahfidz milik Wahidin Halim.
“Hampir 100 orang, anak-anak SMA, SMK farmasi, anak TK Al Irsyadiyah, pondok pesantren WH tahfidz. Dan kabarnya kurang lebih seratus orang tengah malam terserang penyakit, buang-buang air, perutnya melilit dan juga ada yang muntah. Ini berbahaya,” ujar Wahidin Halim, dikutip dari akun Instagram resminya.
Penulis: Saepulloh
Editor: Usman Temposo
