SERANG — Suasana tegang sempat pecah di halaman Polda Banten. Kobaran api menyala di tengah lapangan, asap hitam membumbung tinggi, sementara ratusan orang berlarian dan melempar benda ke arah petugas. Teriakan massa menggema, batu berserakan, dan situasi tampak tak terkendali.
Namun, kondisi tersebut bukan kerusuhan nyata. Polda Banten sengaja menghadirkan skenario ekstrem dalam simulasi pengamanan menghadapi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.
Latihan Sistem Pengamanan Kota (Sispam Kota) ini digelar di Lapangan Apel Polda Banten, Senin (20/4/2026). Kegiatan melibatkan unsur kepolisian, TNI, serta pemerintah daerah, dan dipimpin langsung oleh Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki.
Turut hadir dalam simulasi tersebut Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah, Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, serta jajaran pejabat utama Polda Banten dan unsur TNI.
Dalam skenario yang diperagakan, situasi berkembang cepat dari kondisi kondusif menjadi chaos. Massa mulai terprovokasi, melakukan pelemparan, merusak fasilitas, hingga membakar objek di lokasi.
Aparat kemudian merespons dengan pola penanganan bertahap, mulai dari pendekatan persuasif hingga tindakan tegas dan terukur.
“Simulasi ini menggambarkan eskalasi situasi dari damai hingga ricuh, termasuk potensi penyusupan kelompok anarko seperti yang pernah terjadi sebelumnya,” ujar Hengki.
Latihan ini menjadi langkah antisipasi terhadap kemungkinan gangguan keamanan saat May Day. Polda Banten mengacu pada Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan, dengan tahapan situasi hijau, kuning, hingga merah.
Pada kondisi paling kritis, seperti dalam simulasi saat massa tidak terkendali dan terjadi pembakaran, satuan Brimob diterjunkan untuk melakukan pengendalian sesuai prosedur.
Meski berlangsung dramatis, Hengki memastikan hingga saat ini tidak ada rencana aksi unjuk rasa besar di wilayah Banten saat May Day.
Menurutnya, peringatan Hari Buruh justru akan diisi dengan kegiatan positif seperti bakti sosial, layanan kesehatan gratis, hingga hiburan masyarakat.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing isu yang beredar, khususnya di media sosial.
“Pastikan informasi yang diterima benar. Jika ragu, masyarakat bisa menghubungi call center 110,” tegasnya.
Simulasi ini menegaskan kesiapan aparat dalam menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk skenario terburuk, guna menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Banten.
Penulis: Ade Faturohman
Editor: Tb Moch. Ibnu Rushd
