Beranda Peristiwa Simulasi Gempa dan Tsunami di Labuan, Basarnas Latih Warga soal Pertolongan Pertama

Simulasi Gempa dan Tsunami di Labuan, Basarnas Latih Warga soal Pertolongan Pertama

Relawan menangani korban gempa dan tsunami dalam simulasi bencana yang digekar Basarnas di Pandeglang. (Memed/bantennews)

PANDEGLANG – Badan SAR Nasional (Basarnas) menggelar simulasi gempa bumi dan tsunami di pesisir Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Kamis (30/7/2026).

Basarnas juga meluncurkan pembentukan Kampung Rescue sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.

Sirene peringatan meraung, warga berhamburan menuju titik kumpul aman, sementara tim penyelamat berlari mengevakuasi korban. Basarnas menggambarkan skenario gempa berkekuatan 8,5 magnitudo yang memicu tsunami dan menghantam kawasan pesisir Labuan.

Dalam simulasi tersebut, petugas mengevakuasi korban yang terjepit di dalam kendaraan dan menyelamatkan warga yang terseret ombak. Basarnas sengaja merancang skenario itu agar warga memahami situasi darurat yang bisa terjadi sewaktu-waktu di wilayah pesisir Pandeglang.

Deputi Bidang Potensi dan Bina Tenaga Basarnas, Barkona, menegaskan kegiatan ini bertujuan membekali masyarakat agar mampu bertindak cepat sebelum bantuan dari luar tiba.

“Kami ingin masyarakat memiliki kemampuan menangani kedaruratan pada tahap awal sebelum tim dari luar datang. Dalam setiap bencana, masyarakat sekitar selalu menjadi penolong pertama,” kata Barkona usai simulasi.

Barkona menjelaskan, petugas penyelamat membutuhkan waktu untuk mencapai lokasi bencana, terutama ketika akses terputus. Karena itu, Basarnas melatih warga melakukan pertolongan pertama, evakuasi sederhana, dan penyelamatan mandiri.

“Dengan pengetahuan dasar pertolongan pertama, masyarakat bisa segera menolong diri sendiri, keluarga, dan tetangga tanpa menunggu petugas datang,” ujarnya.

Ia menyebut, pembentukan Kampung Rescue di Pandeglang menjadi program pertama di Indonesia. Basarnas menyiapkan program tersebut sebagai proyek percontohan nasional.

“Ini program pertama di Indonesia dan kami harapkan menjadi pilot project yang nantinya dikembangkan di berbagai daerah di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Basarnas akan mengevaluasi seluruh rangkaian simulasi untuk mengidentifikasi kekurangan, kesiapan warga, efektivitas jalur evakuasi, hingga koordinasi antarpetugas.

Baca Juga :  Penghulu di Banten Diminta Ajak Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan Dalam Agenda Pernikahan

“Dari simulasi ini kami akan melihat apa yang sudah berjalan baik dan apa yang harus diperbaiki sebelum diterapkan di daerah lain,” kata Barkona.

Labuan termasuk wilayah pesisir Pandeglang yang rawan gempa dan tsunami karena berhadapan langsung dengan Selat Sunda.

Melalui simulasi ini, Basarnas ingin memastikan masyarakat tidak panik ketika bencana benar-benar terjadi dan mampu menyelamatkan nyawa pada menit-menit pertama yang paling menentukan.

Penulis : Memed
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd