LEBAK – Warga mengeluhkan aktivitas galian C di Kampung Pangasinan, Desa Kaduagung Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak. Lokasi tambang yang berada tepat di depan exit Tol Rangkasbitung itu dinilai mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Dari pantauan di lokasi, truk-truk pengangkut tanah merah kerap parkir di bahu jalan. Selain itu, ceceran tanah yang berjatuhan di jalan menimbulkan debu tebal yang mengganggu pengendara, terutama pengguna sepeda motor.
Yusuf, salah seorang pengendara motor, mengaku sangat terganggu dengan kondisi tersebut. “Debunya bikin mata perih. Kalau hujan, jalan jadi licin dan khawatir terjadi kecelakaan,” ujarnya, Kamis (23/10/2025).
Ia juga menyoroti keberadaan truk besar yang kerap berhenti di bahu jalan tepat di tikungan. “Kalau dari arah Pandeglang menuju Rangkasbitung, pengendara yang belum paham jalan bisa kaget melihat truk keluar dari lokasi galian,” katanya.
Meski ada petugas yang membersihkan ceceran tanah, Yusuf menilai upaya tersebut belum maksimal. “Memang ada yang bersihin, tapi debunya tetap ada. Harusnya disemprot air biar benar-benar bersih,” ucapnya.
Warga berharap pemerintah segera menertibkan aktivitas tambang tersebut, apalagi diketahui galian tanah itu beroperasi siang dan malam. “Katanya sudah ada aturan jam operasional, tapi kok masih berani jalan siang hari. Jangan sampai aturan cuma jadi pajangan tanpa tindakan,” tuturnya.
Penulis: Sandi Sudrajat
Editor: Usman Temposo
