Beranda Bisnis Shell Bakal Bangun Terminal LNG di Cilegon untuk Pasok Gas ke Industri

Shell Bakal Bangun Terminal LNG di Cilegon untuk Pasok Gas ke Industri

217
0
Ilustrasi - foto istimewa Financial Tribun

CILEGON – PT Shell Indonesia segera membangun Terminal Liquified Natural Gas (LNG) di Kota Cilegon. Keberadaannya untuk menambah pasokan gas dan menggantikan penggunaan solar sebagai sumber energi untuk industri di wilayah tersebut. Nantinya, pasokannya akan diambil dari negara lain.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, pada 2026, pasokan gas untuk industri diperkirakan akan mengalami penurunan drastis.

“Mereka laporan investasi untuk LNG terminal di Cilegon. Mereka minta dukungan, dengan melihat dari Sumatera untuk Cilegon pada 2026 kan mengalami penurunan (pasokan) cukup drastis,” ujar dia di Kantor Kemenperin, Jakarta, Kamis (31/5/2018).

Dia menjelaskan, selama ini pasokan gas untuk industri di Cilegon dipasokan oleh PGN dan anak usaha Pertamina, Pertagas. Namun kehadiran Shell dinilai tidak akan mengambil pasar dari kedua perusahaan plat merah tersebut.

“Katanya dia tidak akan menggantikan itu (PGN dan Pertagas), tetapi dia akan menggantikan yang pakai solar. Kan banyak industri yang pakai solar. Supaya ada pilihan. Solar kan lebih mahal,” kata dia dilansir merdeka.com.

Menurut Sigit, Shell siap mengeluarkan investasi senilai USD 400 juta untuk proyek ini. Selain itu Shell juga akan menggandeng pemain lokal dalam proyek tersebut.

“(Lahan?) Sudah, mereka akan Joint Venture dengan pemain dalam negeri. Masih menunggu (izin), tergantung diberikan izin importasi LNG-nya oleh Kementerian ESDM atau tidak,” ungkap dia.

Sigit menyatakan, Kemenperin akan mendukung langkah Shell tersebut. Jika Kementerian ESDM segera memberikan izin, ditargetkan Terminal LNG tersebut segera dibangun dan bisa mulai beroperasi pada 2020.

Diharapkan, keberadaan terminal LNG ini mampu berdampak pada harga gas yang lebih kompetitif di dalam negeri, terutama untuk industri.

“Kita kan costumer industry, jadi ya itu yang paling penting kita ada energinya, dari mana saja resources-nya. Sepanjang itu kompetitif dan bisa memberikan nilai kompetitif kepada industri sebagi bahan baku maupun energi,” tutur dia. (Red)

loading...