Beranda Bisnis SHAFARA dan DIGIWARA 2026 Ditutup, Transaksi Tembus Rp4,3 Miliar

SHAFARA dan DIGIWARA 2026 Ditutup, Transaksi Tembus Rp4,3 Miliar

Rangkaian kegiatan Sharia Fair (SHAFARA) dan Digital Jawara Festival (DIGIWARA) 2026 resmi ditutup oleh Bank Indonesia Provinsi Banten

SERANG — Rangkaian kegiatan Sharia Fair (SHAFARA) dan Digital Jawara Festival (DIGIWARA) 2026 resmi ditutup oleh Bank Indonesia Provinsi Banten setelah berlangsung selama tiga hari, 22–24 Mei 2026, di Tangerang Selatan. Kegiatan tersebut sukses mencatat total transaksi hingga Rp4,3 miliar dan menarik lebih dari 80 ribu pengunjung.

Mengusung tema “Perluasan Ekosistem Ekonomi Keuangan Syariah dan Digital melalui Akselerasi dan Sinergi untuk Banten Maju dan Sejahtera”, SHAFARA dan DIGIWARA 2026 menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat ekonomi syariah dan percepatan digitalisasi pembayaran di Provinsi Banten.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Ameriza Moesa, mengatakan SHAFARA dan DIGIWARA bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk membangun ekonomi umat yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

“Berbagai kegiatan mulai dari pameran UMKM, seminar, talkshow, literasi keuangan, business matching pembiayaan syariah, fasilitasi sertifikasi halal hingga layanan pembayaran digital menjadi ruang sinergi bagi seluruh pemangku kepentingan di Banten,” ujarnya.

Pada tahun ini, Bank Indonesia Banten menghadirkan 61 booth yang terdiri dari 18 booth lembaga keuangan syariah dan mitra, 35 booth UMKM, serta 8 booth Cup of Banten. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 54 booth.

Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pengunjung yang mencapai 80.180 orang selama pelaksanaan acara, atau rata-rata 26.727 pengunjung per hari.

Sementara itu, capaian transaksi sebesar Rp4,3 miliar berasal dari berbagai sektor, di antaranya transaksi penjualan UMKM dan komitmen business matching sebesar Rp548,59 juta, business matching ekspor UMKM Rp1,29 miliar, business matching dalam negeri Rp2,50 miliar, serta pembiayaan syariah UMKM sebesar Rp1,01 miliar dengan potensi lanjutan pembiayaan sekitar Rp1,14 miliar.

Baca Juga :  Harta Walikota Tangsel Naik Hampir Setengah Miliar Rupiah dalam Setahun

Dalam aspek digitalisasi pembayaran, DIGIWARA 2026 juga mencatat hasil positif. Sebanyak 1.241 masyarakat melakukan konsultasi dan aktivasi layanan digital, termasuk QRIS TAP Experience, pembayaran pajak, hingga retribusi daerah berbasis QRIS dengan total transaksi mencapai Rp27,9 juta.

Tak hanya itu, selama kegiatan berlangsung juga tercatat pembukaan 65 rekening dan akun mobile banking baru, pemrosesan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp500 juta, serta Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mencapai Rp3 miliar.

Penggunaan transaksi non tunai pun meningkat signifikan. Penjualan UMKM melalui transaksi digital tercatat sebesar Rp485,99 juta, sementara transaksi QRIS mencapai Rp281,71 juta melalui 1.615 transaksi.

Selain fokus pada transaksi dan promosi UMKM, SHAFARA dan DIGIWARA 2026 turut memperkuat literasi ekonomi syariah melalui seminar, talkshow, edukasi publik, hingga perlombaan yang diikuti lebih dari 1.050 peserta.

Pada penutupan acara, Bank Indonesia Provinsi Banten juga melakukan penandatanganan komitmen bersama dengan lima masjid mitra wakaf produktif di Tangerang Selatan untuk pemberdayaan 1.000 UMKM masjid sebagai mustahik melalui Program Maslahat: Wakaf Berdaya (Banten Berkah dan Berdaya).

Selain itu, Bank Indonesia Provinsi Banten bersama Bank Muamalat Indonesia dan Dewan Masjid Indonesia meluncurkan program QRIS 1.000 Masjid se-Banten guna memperluas digitalisasi transaksi di lingkungan rumah ibadah.

Program tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem digital masjid agar semakin inklusif, adaptif, dan produktif dalam mendukung literasi keuangan digital serta penguatan ekonomi umat secara berkelanjutan.

Bank Indonesia Provinsi Banten mengapresiasi seluruh pemerintah daerah, lembaga, perbankan, pelaku jasa pembayaran, komunitas, dan mitra strategis yang telah mendukung suksesnya SHAFARA dan DIGIWARA 2026.

Penulis: Ade Faturohman
Editor: Usman Temposo