Beranda Peristiwa ‎Setelah Diprotes Peserta, Panitia Tangsel Fun Walk & Run Akui Kelalaian Pembagian...

‎Setelah Diprotes Peserta, Panitia Tangsel Fun Walk & Run Akui Kelalaian Pembagian Medali

Peserta memprotes acara Tangsel Fun Walk & Run Festival 2026 (dok. Tangkapan layar vidio kanal Instagram @tangselinfo)

TANGSEL–Penyelenggara Tangsel Fun Walk & Run Festival 2026 akhirnya menyampaikan permintaan maaf setelah menuai protes peserta akibat keterlambatan pembagian medali finisher pada ajang lari yang digelar di kawasan CFD BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu (2/8/2026).

‎Penanggung jawab kegiatan Fun Walk & Run Festival, Adit, mengakui keterlambatan pembagian medali merupakan tanggung jawab penuh penyelenggara.

‎”Keterlambatan terjadi karena kendala dalam proses produksi dan distribusi medali. Hal ini menjadi tanggung jawab dan evaluasi serius bagi kami sebagai penyelenggara,” ujar Adit, Senin (3/8/2026).

‎Ia mengatakan panitia menghargai kesabaran para peserta dan berjanji menjadikan persoalan tersebut sebagai bahan evaluasi agar penyelenggaraan kegiatan serupa dapat berlangsung lebih baik.

‎Dalam pernyataannya, Adit juga menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan, ITC BSD, para sponsor, serta seluruh peserta yang merasa dirugikan.

‎Ia menegaskan kegiatan tersebut sepenuhnya diselenggarakan oleh Event Organizer (EO) tanpa melibatkan Pemerintah Kota Tangerang Selatan maupun pihak ITC BSD dalam pelaksanaannya.

‎”Saya juga ingin menegaskan, event ini murni saya sendiri sebagai penyelenggara tanpa melibatkan Pemerintah Kota Tangsel dan ITC BSD,” jelasnya.

‎Sebelumnya, penyelenggaraan Tangsel Fun Walk & Run Festival 2026 menuai keluhan dari sejumlah peserta. Mereka memprotes medali finisher yang dijanjikan tidak dibagikan hingga acara berakhir.

Selain itu, peserta juga mengeluhkan perubahan jadwal pengambilan race pack secara mendadak, antrean panjang, serta doorprize yang disebut tidak pernah direalisasikan.

‎Dalam video yang beredar, seorang peserta menyampaikan protes menggunakan mikrofon di hadapan peserta lain. Ia menilai penyelenggara tidak memenuhi hak peserta dan menyatakan akan menempuh jalur hukum.

‎Kegiatan yang diselenggarakan oleh Event Organizer Terang Kreasi itu memungut biaya pendaftaran sebesar Rp150 ribu per peserta.

‎Menurut keterangan peserta, kejanggalan sudah terlihat sejak pagi ketika peserta mulai berdatangan untuk mengikuti start pukul 06.00 WIB. Saat itu, hampir tidak terlihat panitia di lokasi selain petugas bike marshal.

‎Persoalan berlanjut setelah peserta menyelesaikan lomba. Medali finisher yang dijanjikan dalam materi promosi tak kunjung dibagikan. Panitia, kata peserta, menyampaikan bahwa medali masih dalam perjalanan dari Bandung menuju lokasi acara.

‎Minimnya penjelasan resmi membuat banyak peserta memilih menunggu di lokasi. Namun hingga rangkaian kegiatan selesai, medali tetap tidak dibagikan sehingga sebagian peserta pulang dengan rasa kecewa.

‎Kepala Bidang Keolahragaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tangsel, Deden Umaidi, sebelumnya menegaskan kegiatan tersebut bukan merupakan program maupun agenda resmi Pemerintah Kota Tangsel.

‎Menurut Deden, penyelenggara memang telah mengajukan permohonan perizinan kepada Dispora dan Polres Tangsel. Namun, pelaksanaan kegiatan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penyelenggara.

‎Dispora, kata dia, akan mengevaluasi seluruh pengajuan penyelenggaraan kegiatan olahraga di Kota Tangsel. Evaluasi mencakup rekam jejak penyelenggara, konsep kegiatan, kesiapan operasional, jumlah peserta, pengamanan, hingga pemenuhan fasilitas yang dijanjikan kepada peserta.

‎Deden juga menyatakan penyelenggara berpotensi masuk daftar hitam (blacklist) sehingga tidak lagi memperoleh izin menggelar kegiatan olahraga di Kota Tangsel apabila terbukti tidak memenuhi kewajibannya kepada peserta.

Baca Juga :  Diduga Menceburkan Diri ke Sumur, Warga Jayanti Tangerang Tewas

Penulis: Ahmad Rizki