Beranda Pemerintahan Setahun Maesyal–Intan Pimpin Kabupaten Tangerang, Mahasiswa Soroti Marak Jalan Rusak

Setahun Maesyal–Intan Pimpin Kabupaten Tangerang, Mahasiswa Soroti Marak Jalan Rusak

Mahasiswa dari Aliansi BEM Kabupaten Tangerang saat menggelar aksi demonstrasi satu tahun kepemimpinan Maesyal–Intan. (Foto: Saepulloh/BantenNews.co.id)

KAB. TANGERANG – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kabupaten Tangerang menyoroti satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid dan Intan Nurul Hikmah. Sejumlah persoalan mendasar dinilai belum terselesaikan.

Hal tersebut disampaikan para mahasiswa saat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Tangerang, Senin (23/2/2026). Dalam aksinya, mahasiswa menilai masih banyak masalah krusial yang luput dari perhatian pemerintah daerah selama satu tahun terakhir.

Isu utama yang disoroti adalah infrastruktur jalan. Mahasiswa menilai kerusakan jalan, khususnya jalan berlubang, masih menjadi persoalan serius dan bahkan telah menelan korban jiwa. Salah satu titik yang disoroti adalah Jalan Raya Pasar Kemis yang dinilai kerap membahayakan pengguna jalan.

Selain infrastruktur, mahasiswa juga mengkritik persoalan pengelolaan sampah serta minimnya penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah wilayah. Mereka menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya perencanaan dan kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Perwakilan mahasiswa, Nazario, mengkritik pola respons pemerintah yang dinilai masih bersifat reaktif. Menurutnya, pemerintah baru bergerak setelah suatu persoalan viral atau mendapat sorotan luas dari publik.

“Tidak ada mitigasi yang jelas. Viral dulu baru pemerintah bergerak. Padahal kami juga membayar pajak, dan mereka digaji dari pajak yang dikumpulkan masyarakat. Harusnya pemerintah memberi solusi, bukan menunggu tekanan publik,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang seharusnya lebih responsif terhadap persoalan yang menyangkut keselamatan dan pelayanan publik.

Mahasiswa lainnya, Nurainah, menyinggung kondisi Jalan Raya Pasar Kemis yang disebut telah merenggut empat korban jiwa dalam kurun waktu sepekan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi cerminan kurang optimalnya perhatian pemerintah terhadap perbaikan infrastruktur jalan.

“Apakah harus viral dulu baru diperbaiki? Banyak jalan hanya ditambal sulam tanpa memikirkan keberlanjutan dan dampak jangka panjang bagi warga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bulan Panutan Pajak, Pemkot Cilegon Beri Apresiasi pada Wajib Pajak 

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy, mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan sebagaimana disampaikan mahasiswa dalam aksi tersebut.

Menurutnya, pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan masukan sebagai bagian dari proses perbaikan berkelanjutan dalam pembangunan daerah. Ia menegaskan, Pemkab Tangerang terus melakukan pembenahan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Jalan-jalan yang belum dipasangi penerangan jalan umum memang masih ada. Namun perlu diingat, kami selaku aparatur sipil negara tidak tutup mata dan tidak tuli. Semua aspirasi akan kami dengar dan kami upayakan untuk direalisasikan,” tegas Erwin.

Penulis: Saepulloh
Editor: Usman Temposo