Beranda Pemerintahan Sering Dikeluhkan Pelanggan, PDAM Pandeglang Perbaiki Pipa yang Sering Bocor

Sering Dikeluhkan Pelanggan, PDAM Pandeglang Perbaiki Pipa yang Sering Bocor

Perbaikan pipa PDAM Pandeglang. (Memed/bantennews)

PANDEGLANG – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Berkah Pandeglang melakukan perbaikan pada sejumlah pipa yang sering bocor. Hal itu lantaran banyak keluhan dari pelanggan terkait pelayanan PDAM dianggap kurang maksimal karena air sering mati.

Kepala Cabang Pelayanan Wilayah Pandeglang, Romli Rusdiana mengakui bahwa pelayanan PDAM kurang maksimal karena pipa yang sering bocor. Akibatnya, penyaluran air ke pelanggan menjadi terhambat.

Ia membeberkan, kebocoran yang kerap terjadi diakibatkan usia pipa yang sudah terlalu tua dan harus segera ada perbaikan, ditambah lagi pemasang dan galian saluran tempo dulu juga terlalu dangkal hingga menyebabkan pipa mudah bocor apabila ada tekanan yang berlebih dari permukaan.

“PDAM serius dalam penanganan karena kondisi PDAM kurang bagus. Kondisi pipa PPC yang dalam pemasangannya waktu dulu dikejar waktu sehingga galian asal-asalan hingga banyak galian yang dangkal mengakibatkan gampang bocor ketika ada getaran,” jelasnya, Selasa (8/3/2021).

Menurutnya, PDAM juga mengalami kerugian jika penyaluran air ke pelanggan ikut terhambat. Padahal, PDAM juga menginginkan saat pelanggan membuka keran, air bisa langsung keluar dan pelanggan merasa puas dengan pelayanan yang ada.

Kata Romli, kebocoran air kerap terjadi pada malam hari karena penggunaan air oleh pelanggan berkurang hingga menyebabkan air menumpuk di pipa. Alhasil, pipa yang kondisi sudah tua tidak mampu menahan tekanan air.

“Pipa itu kalau sedang mengisi air titik kebocoran tidak terlihat tapi kalau malam hari itu tekanannya menumpuk di pipa yang akhirnya pipa hancur, tidak tanggung-tanggung bisa sampai 1 batang pipa. payanya kami menurunkan tekanan seperti di Cikupa hal itu untuk mengupayakan optimalisasi pelayanan secepatnya,” ujarnya.

Selain perbaikan pipa yang bocor, kendala lain yang mengakibatkan terhambatnya penyaluran air ke pelanggan yakni saat menyalurkan air dari pipa inti ke pipa pelanggan.

“Kami membuka pipa tidak bisa langsung harus bertahap karena kalau tidak bertahap bisa hancur lagi pipanya, sedangkan untuk 20 putaran itu membutuhkan waktu 5 jam. Sedangkan untuk keseluruhan itu membutuhkan 60 putaran sehingga membutuhkan waktu yang lama dan membuat keterlambatan pengiriman air pada pelanggan,” tuturnya.

Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya sudah mengajukan persetujuan pada pemerintah untuk melakukan pergantian pipa dari pipa jenis PPC ke pipa besi. “Rencana yang akan diganti dari arah Batubantar hingga Cikoromoy karena rentan bocor, di situ tekanannya sangat besar,” tutupnya. (Med/Red)