Beranda Ramadan KH Mas Abdurahman, Pendiri Mathlaul Anwar dan Salah Satu Perintis NU...

[Seri Ulama Banten] KH Mas Abdurahman, Pendiri Mathlaul Anwar dan Salah Satu Perintis NU di Banten

KH Mas Abdurahman. (Net)

KH MAS ABDURRAHMAN adalah putra dari KH Mas Jamal, lahir di Kampung Janaka, Kawedanan Caringin (sekarang Kecamatan Jiput), Pandeglang, Banten.

Ia merupakan salah satu tokoh pendiri organisasi massa Islam dan lembaga pendidikan Mathlaul Anwar pada 1916 dan perintis Nahdlatul Ulama (NU) di Banten.

 

KH Mas Abdurahman merupakan salah satu sejawat Hadratussyaikh KH Hasyim Asy`ari (pendiri NU), saat keduanya bersama-sama menuntut ilmu di Makkah karena sama-sama murid Syekh Nawawi al-Bantani.

KH Mas Abdurahman datang pada Muktamar NU Keempat di Semarang tahun 1929. Beliau merupakan utusan dari Jawa bagian barat, waktu itu belum menjadi provinsi Banten.

KH Mas Abdurrahman tak datang ke lokasi muktamar sendiri, ia bersama KH Abdul Latief Cibeber dan KH Abdul Aziz Cilegon.

Melansir tulisan Abdullah Alawi berjudul ‘Vorstel Pendidikan dari Menes di Muktamar Keempat’ bahwa ada kegairahan dari cabang NU Pandeglang dalam menyambut Muktamar NU keempat di Semarang. Selain aktif mengajukan pertanyaan, cabang tersebut mengajukan permohonan yang cukup maju dalam bidang pendidikan.

Sebelum Muktamar keempat, NU Cabang Pandeglang mengirimkan Voorstel (pengajuan) kepada Hoofd Bestuur Nahdlatoel Oelama (HBNO) agar membahas masalah pendidikan. Voorstel tersebut dimuat di Swara Nahdlatoel Oelama edisi bundel hal 172-173.

“Diharap supaya mengadakan Departemen Onderwijs (Bagian Pengajaran) buat mengatur nidzomnya (organisatiennya) pengajaran madrasah-madrasah dan mengatur pangkat susunannya madrasah, yang rendah, yang pertengahan, dan yang tinggi, agar supaya madrasah-madarasah yang sudah di bawah genggamannya Nahdlatul Ulama bisa sama pengaturan dan pelajarannya dan anak-anak yang maju himmah tiada putus di tengah jalan, juga dengan diadakan fonds (persediaan uang) buat keperluannya yang mengatur tersebut di atas.”

Selain karena usulan tersebut, Ketokohan KH Mas Abdurahman di Banten inilah yang membuat penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama ke 13 diadakan di Menes, Banten pada 12 Juli 1938.

KH Mas Abdurrahman, KH Entol Muhammad Yasin, KH Abdul Latief Cibeber, dan KH Abdul Aziz Cilegon adalah sekian tokoh yang telah berjasa besar bagi perkembangan dakwah NU di wilayah Banten saat itu.

KH Mas Abdurrahman meninggal pada 16 Agustus 1944 (27 Sya’ban 1363 H), dan dimakamkan di Komplek Perguruan Mathla’ul Anwar Cikaliung, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang. (Red)

Temukan Berita BantenNews.co.id di Google News