TANGSEL — Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengungkapkan bahwa realisasi belanja daerah hingga Oktober 2025 baru mencapai 51,35 persen atau sekitar Rp2,56 triliun dari total anggaran yang tersedia.
“Kaitan dengan belanja, baru terealisasi sekitar 51,35 persen. Posisi kas daerah kita saat ini sekitar Rp963 miliar,” ujar Benyamin, Kamis (24/10/2025).
Ia menjelaskan, rendahnya serapan anggaran tersebut disebabkan oleh belum tertagihnya pembayaran dari pihak ketiga, terutama untuk proyek-proyek infrastruktur.
“Yang belum tertagih ini dari pihak ketiga. Mereka belum menagih ke kita,” katanya.
Menurut Benyamin, keterlambatan penagihan semacam ini memang sering terjadi setiap tahun. Biasanya, kontraktor baru mengajukan pencairan dana menjelang akhir tahun anggaran.
“Biasanya di awal Desember baru mereka menagih. Jadi, insya Allah di akhir tahun nanti sudah terlihat berapa besar SILPA dan serapan anggarannya,” jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti rendahnya realisasi belanja daerah di berbagai wilayah pada kuartal III 2025. Ia menyebut, lambatnya penyerapan bukan disebabkan oleh ketiadaan dana, melainkan lemahnya eksekusi di pemerintah daerah.
Menurut Purbaya, dana milik pemerintah daerah yang masih mengendap di perbankan mencapai Rp234 triliun, dan tersebar di berbagai daerah, termasuk Kota Tangerang Selatan.
Penulis: Ahmad Rizki
Editor: Usman Temposo
