Beranda Pariwisata Sepekan Operasi Yustisi di Kota Tangerang, 2 Ribu Pelanggar Terjaring Razia

Sepekan Operasi Yustisi di Kota Tangerang, 2 Ribu Pelanggar Terjaring Razia

1136
0
Pelanggar yang terjaring Operasi Yustisi di Jalan TMP Taruna menjalani sanksi yang diberikan petugas, Senin (21/9/2020) - (Alwan/BantenNews.co.id)

TANGERANG – Pelanggar protokol kesehatan Covid-19 saat berkendara di Kota Tangerang masih terbilang tinggi. Hal tersebut diungkapkan Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Jamal Alam saat ditemui disela-sela operasi yustisi di Jalan Taman Makam Pahlawan (TMP) Taruna, Senin (21/9/2020).

Menurut data Satlantas Polres Metro Tangerang Kota, dalam sepakan menggelar operasi yustisi petugas menjaring sebanyak 2 ribu pelanggar. Operasi tersebut digelar secara terpadu gabungan Polres Metro Tangerang Kota, Satpol PP, Dishub dan TNI.

Kasat Lantas Polres Metro Tangerang, Kompol Jamal Alam mengatakan, operasi dilakukan sebagai penindakan dalam penegakan dan pemberian sanksi kepada pelanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang diatur dalam Peraturan Walikota Tangerang no. 70 dan 78 tahun 2020.



“Ini pertama menegakan disiplin dan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan,” katanya.

Selain itu, kata Jamal, saat ini jajarannya masih menyampaikan sosialisasi kepada pengguna jalan. Para pelanggar itu diberikan sanksi seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya dan membaca pancasila.

Terkait penarikan denda sebesar Rp50 ribu bagi pelanggar saat ini belum berlaku. “Kita kedepankan secara persuasif dulu, karena masa saat ini disamping sosialisasi kita juga menarik simpati masyarakat untuk mengajak membiasakan diri disiplin dan patuh menggunakan protokol kesehatan,” ujarnya.

Saat ini, pada prinsipnya, petugas masih melakukan penindakan secara persuasif yang Humanis, teguran lisan dan tulisan, serya sanksi sosial maupun tindakan lainnya.

Meski demikian, agar kedepannya tidak banyak pelanggar lagi, pihaknya akan terus melakukan operasi yustisi.

“Sudah banyak yang kita tindak namun kalau untuk data saat ini sudah 2 ribu. Karena setiap hari, ini sudah kita lakukan selama satu Minggu,” pungkasnya.

(Tra/Wan/Red)