Beranda Pemerintahan Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Kabupaten Serang Sasar UMKM Digital

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Kabupaten Serang Sasar UMKM Digital

Kepala BPS Kabupaten Serang Tuti Amalia memberikan sambutan. (Iyus/bantennews)

KAB. SERANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serang mulai menggulirkan persiapan Sensus Ekonomi 2026 dengan fokus mendata seluruh aktivitas usaha, mulai dari warung kecil di kampung hingga bisnis digital yang tumbuh di media sosial dan marketplace.

Diketahui, Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang diselenggarakan oleh BPS berlangsung dari 1 Mei hingga 31 Agustus 2026.

Kepala BPS Kabupaten Serang, Tuti Amalia mengatakan, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 mengusung tema “Sinergi Sensus Ekonomi untuk Serang Bahagia”.

Menurutnya, BPS tidak akan hanya menunggu laporan data dari masyarakat, melainkan langsung turun ke lapangan untuk mendata aktivitas ekonomi warga secara menyeluruh.

“Petugas kami akan turun menyisir lorong pasar sampai pelosok desa. Kami ingin merekam semua aktivitas usaha masyarakat supaya pembangunan tidak hanya menjadi angka statistik, tapi benar-benar terasa manfaatnya,” kata Tuti saat launching di Pendopo Bupati Serang, Senin (18/5/2026).

Ia menegaskan, sensus kali ini akan mendata seluruh jenis usaha tanpa membedakan skala bisnis. BPS akan mencatat usaha mikro seperti warung sayur dan tukang permak hingga perusahaan besar di Kabupaten Serang.

“Sensus ini tidak membeda-bedakan usaha. Semua kami data, dari usaha kecil sampai perusahaan besar,” ujarnya.

Tuti menyebut, salah satu fokus utama Sensus Ekonomi 2026 adalah perkembangan ekonomi digital yang kini tumbuh pesat di Kabupaten Serang. BPS akan memotret aktivitas UMKM yang berjualan melalui TikTok, Instagram, Shopee, dan platform digital lainnya.

“Kami melihat banyak UMKM sekarang berjualan lewat platform digital. Itu menjadi bagian dari kekuatan ekonomi baru yang akan kami potret,” katanya.

Menurut Tuti, Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk melihat perubahan struktur ekonomi Kabupaten Serang dalam 10 tahun terakhir. Ia menilai, sektor ekonomi daerah kini mulai bergeser dari dominasi usaha tradisional menuju industri dan jasa modern.

Baca Juga :  BPS: Angka Kemiskinan di Kabupaten Serang Terendah Ketiga di Banten

“Sensus ini menjadi catatan sejarah transformasi ekonomi Kabupaten Serang,” ucapnya.

BPS akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 di seluruh Indonesia, mencakup 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Serang.

Hasil pendataan nantinya akan menjadi dasar penyusunan Statistical Business Register, re-basing Produk Domestik Bruto (PDB) 2025, hingga pembaruan tabel input-output nasional.

Tuti menjelaskan, data sensus juga akan membantu pemerintah menentukan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran, termasuk program bantuan dan pembinaan UMKM.

Selain itu, pelaku usaha juga bisa memanfaatkan hasil sensus untuk membaca peta persaingan pasar, menentukan wilayah usaha yang paling menguntungkan, hingga melihat peluang investasi baru di Kabupaten Serang.

“Data ini nantinya bisa menjadi dasar melihat wilayah dengan operating profit margin tertinggi dan sektor unggulan yang potensial dikembangkan,” jelasnya.

Terkait keamanan data, Tuti memastikan BPS menjamin kerahasiaan identitas responden sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

Ia menegaskan, petugas BPS dilarang membocorkan data individu dan bisa dikenai sanksi jika melanggar aturan.

“Data responden aman. Undang-undang melindungi kerahasiaannya dan kami juga menggunakan teknologi enkripsi untuk menjaga keamanan data,” tegasnya.

Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah