
SERANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Banten memastikan pelaku industri digital hingga influencer bakal masuk dalam pendataan Sensus Ekonomi 2026. BPS menegaskan tidak ada sektor usaha yang luput dari pendataan, termasuk ekonomi kreatif berbasis media sosial.
Kepala BPS Banten, Yusniar Juliana mengatakan, petugas sensus akan langsung mewawancarai pelaku industri digital untuk memetakan perkembangan ekonomi baru di Banten.
“Untuk industri digital, kami akan melakukan wawancara langsung dan menangkap seluruh aktivitas usahanya dalam pendataan,” kata Yusniar, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, BPS mulai memperluas cakupan sensus karena pola usaha masyarakat kini berubah cepat, terutama di sektor digital dan ekonomi kreatif.
BPS juga menggandeng komunitas kreatif seperti Influencer Creative Network (IICN) dan Bekraf untuk membantu sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 kepada pelaku industri digital.
“Kami berkomunikasi dengan IICN dan Bekraf untuk membantu publikasi dan sosialisasi sensus,” ujarnya.
Yusniar menegaskan, seluruh jenis usaha tanpa terkecuali akan masuk dalam pendataan, mulai dari usaha konvensional hingga bisnis digital berbasis media sosial.
Ia memastikan petugas sensus tetap menggunakan metode door to door untuk memperoleh data yang lebih akurat langsung dari pelaku usaha.
Dengan pola pendataan itu, BPS berharap bisa memetakan perkembangan ekonomi digital secara riil, termasuk kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Pendiri Perkraf Andi Suhud menilai Sensus Ekonomi 2026 sangat penting untuk melihat perkembangan ekonomi di Banten, khususnya sektor ekonomi kreatif.
Menurut Andi, hasil sensus nantinya bisa menjadi acuan pemerintah dalam membaca pertumbuhan pelaku ekonomi kreatif dan menentukan arah kebijakan pengembangan sektor tersebut.
“Sensus ekonomi penting untuk melihat sejauh mana perkembangan ekonomi di Banten, terutama keberadaan pelaku ekonomi kreatif,” katanya.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah