SERANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Serang menyiapkan 529 petugas untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.
Pendataan akan menjangkau seluruh aktivitas ekonomi, mulai dari warung rumahan, UMKM, hingga pelaku usaha digital seperti toko online, konten kreator, dan YouTuber.
Kepala BPS Kota Serang, Tri Tjahjo Purnomo mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus yang akan berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
“Alhamdulillah beliau sangat mendukung kegiatan ini. Mulai dari surat edaran kepada OPD, camat, lurah hingga RT, termasuk video dukungan dari wali kota,” kata Tri usai audiensi dengan Pemkot Serang, Selasa (2/6/2026).
Tri menjelaskan, BPS akan menurunkan 529 petugas ke enam kecamatan dan 67 kelurahan. Mereka akan mendatangi pelaku usaha secara langsung untuk mendata seluruh aktivitas ekonomi yang berjalan di Kota Serang.
Petugas akan mencatat sektor pertanian, perdagangan, industri, jasa, usaha mikro, hingga ekonomi digital yang selama ini belum terpetakan secara menyeluruh.
“Yang online pun akan kami data. Mulai dari toko online, konten kreator, YouTuber hingga usaha rumahan yang selama ini belum tercover,” ujarnya.
Menurut Tri, BPS menggelar sensus ekonomi setiap 10 tahun sekali. Hasil pendataan tahun ini akan menjadi tolok ukur perkembangan ekonomi Kota Serang dibandingkan sensus sebelumnya pada 2016.
Ia menegaskan, data yang akurat akan membantu pemerintah menyusun kebijakan ekonomi yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kalau data ekonominya akurat, maka kebijakan pemerintah juga bisa tepat sasaran. Ujungnya tentu untuk kesejahteraan masyarakat Kota Serang,” katanya.
Tri juga mengingatkan masyarakat agar memberikan informasi yang jujur kepada petugas sensus, terutama pelaku usaha digital yang aktivitas usahanya tidak terlihat secara fisik.
“Saya ibaratkan seperti pasien ke dokter. Kalau keluhannya tidak jujur, maka obatnya tidak akan tepat. Begitu juga sensus ekonomi, kalau datanya benar maka kebijakan pemerintah akan lebih tepat,” ungkapnya.
Sementara itu, Asda II Kota Serang, Yudi Suryadi menegaskan, Pemkot Serang akan terus mendukung pelaksanaan sensus ekonomi karena hasilnya menjadi fondasi penting dalam penyusunan program pembangunan daerah.
Menurut Yudi, koordinasi antara Pemkot Serang dan BPS selama ini berjalan intensif, termasuk dalam penguatan data daerah dan program digitalisasi.
“Dengan adanya sensus ekonomi, pemerintah daerah akan memiliki data yang lebih baru, lebih faktual, dan lebih akurat sebagai dasar penyusunan program pembangunan,” ujarnya.
Yudi menambahkan, tren pertumbuhan ekonomi di Banten terus menunjukkan perkembangan positif. Karena itu, sensus ekonomi diharapkan mampu memotret kondisi riil perekonomian Kota Serang, termasuk pertumbuhan UMKM dan ekonomi digital yang semakin berkembang.
Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
