Beranda Bisnis Seniman Prihatin Banten Tak Punya Pasar Seni

Seniman Prihatin Banten Tak Punya Pasar Seni

(Sumber foto: rumahdijual.com)

LEBAK – Mas Sanoesi Didjaja atau lebih terkenal U Sanoesi, seniman lukis kelahiran Serang, Provinsi Banten, tahun 1940 lalu hingga kini tidak mengenal lelah, meski usia sudah udzur.

“Usia tidak menjadi halangan. Kami tetap bersemangat untuk berkarya,” kata U Sanoesi di Lebak, Banten, Selasa (11/9/2018) dilansir dari antaranews.com.

Ia mengemukakan, melukis yang digelutinya itu sejak tahun 1958 hingga kini masih bertahan untuk menghidupi ekonomi keluarga.

Bahkan, kehidupan ekonomi keluarga sangat layak dari penghasilan lukisan itu.

Saat ini, U Sanoesi tinggal di Kota Serang bersama keluarganya, namun sehari-hari tetap aktif melukis. Karya lukisannya itu sudah dikenal di Tanah Air, bahkan pernah terjual Rp30 juta sampai Rp50 juta.

Permintaan lukisannya juga bukan masyarakat Banten saja, tetapi ada yang datang dari DKI Jakarta, Bandung dan Riau.

Perjalanan melukis sudah melalangbuana ke sejumlah daerah mulai Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, hingga pernah tinggal di Singapura. Pada 1964, kata dia, ia kembali ke tanah kelahiranya di Kota Serang hingga saat ini masih tetap berkarya.

“Kami sudah tidak teringat lagi jumlah karya lukisan, namun dipastikan ribuan,” katanya.

U Sanoesi mengatakan dirinya berkarir seniman pelukis itu terinspirasi dari Raden Saleh yang karyanya hingga mendunia. Raden Saleh yang meninggal sebelum Gunung Krakatau beraliran lukisan naturalisme.

Karena itu, dirinya menyukai lukisan naturalisme karena naturalisme sangat nyata. Ia melukis hanya otodidak setelah lulus SMP tahun 1956 di Jakarta.

Namun, pihaknya merasa prihatin saat ini banyak seniman lukis di Banten terpecah-pecah dan mereka berkarir di masing-masing daerah.

“Kami minta Gubernur Wahidin Halim membangun pasar seni sehingga karya-karya seniman itu bisa terjual dan menghidupi keluarga para seniman lukis itu,” katanya. (Red)