BANTEN – Nilai tukar rupiah bernasib sama dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot tajam pada awal perdagangan, Jumat (16/10/2026). Mata uang Garuda tercatat mengalami pelemahan terdalam di Asia pada pagi ini.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka pada level Rp18.064 per dolar AS, melemah 126 poin atau 0,70 persen dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp17.938 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah didorong oleh pengumuman MSCI yang membuka opsi penurunan kelas pasar modal Indonesia.
“Dari domestik, rupiah juga terbebani sell-off di pasar ekuitas. Range Rp17.900–Rp18.050. Iya, masalah MSCI kembali, BEI sudah trading halt,” katanya saat dihubungi Suara.com.
Dia menambahkan, pelemahan rupiah diperkirakan masih akan berlanjut. Salah satu pemicunya adalah ketegangan politik di Timur Tengah yang terus memanas.
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah eskalasi di Timteng yang kembali melonjakan harga minyak mentah dunia,” jelasnya.
Sementara itu, mayoritas mata uang Asia cenderung melemah. Dolar Taiwan tercatat melemah 0,23 persen, disusul won Korea Selatan yang turun 0,22 persen.
Sejumlah mata uang di Asia Tenggara juga mengalami pelemahan. Mata uang tersebut meliputi ringgit Malaysia, baht Thailand, dolar Singapura, dan peso Filipina.
Sumber : suara.com
