Beranda Bisnis Sempat Ricuh, Relokasi Pedagang di Pasar Rakyat Padarincang Kini Kondusif

Sempat Ricuh, Relokasi Pedagang di Pasar Rakyat Padarincang Kini Kondusif

Situasi Pasar Rakyat Padarincang, Kamis (15/7/2021). Foto: Dok. Pasar Rakyat Padarincang.

KAB. SERANG – Relokasi para pedagang dari Pasar Lama Padarincang ke Pasar Rakyat Padarincang, Kabupaten Serang sempat ricuh.

Kericuhan itu terjadi di antara pedagang yang menggunakan los. Penyebabnya lantaran para pedagang yang sudah mendapatkan nomor pengundian los tidak menerima hasil pengundian nomor tersebut. Hal itu diungkapkan oleh Budi Herliyan Syah selaku Koordinator Pasar Rakyat Padarincang.

“Penyebabnya tempat. Ya namanya pedagang ada yang kebagian di belakang dan kebagian di depan tapi itu hasil kocokan asli murni tidak ada permainan. Hampir semua yang kebagian tidak sesuai keinginan,” ujarnya pada BantenNews.co.id, Kamis (15/7/2021).

Dikatakan Budi, untuk pengundian nomor los dan kios yaitu pada 15-16 Juni 2021. Sementara kericuhan terjadi setelah pengundian tepatnya sekitar 20 Juni 2021.

“Dari sekitar tanggal 20 karena ada pedagang yang punya lebih dari satu los dan sistem pengocokan yang double losnya tinggal menghitung kedepannya,” lanjut Budi.

Namun, kericuhan yang terjadi tidak berlangsung lama sebab para pengelola dan petugas keamanan turut memantau perelokasian tersebut.

“Ke sininya sudah kondusif karena kita dari pengelola dan keamanan serta semua pihak terus membantu perelokasian ini,” kata Budi.

Para pedagang mulai mengisi Pasar Rakyat Padarincang pada 1 Juli 2021 dengan total pedagang sekitar 518.

“Kios semuanya berjumlah 175 digunakan UMKM 2 kios, los 196 di blok A, los ikan basah 20, pedagang kaki lima ada 127,” jelas Budi.

Untuk pedagang kaki lima yang sebelumnya berjualan di Pasar Lama Padarincang hingga memenuhi badan Jalan Raya Palka telah direlokasi ke belakang gedung blok A di Pasar Rakyat Padarincang.

Saat ini Pasar Rakyat Padarincang masih dalam tahap uji coba untuk dijadikan pasar harian.

“Baru dalam percobaan sebulan ke depan, nanti keputusan setelah di evaluasi. Nanti evaluasi per Agustus,” kata Budi.
(Nin/Red)