
TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menghidupkan kembali permainan rakyat dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Sebanyak 11 jenis perlombaan tradisional meramaikan Stadion Benteng Reborn, Jumat (21/8/2026).
Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), dan BUMD ikut turun ke arena. Tarik tambang, dagongan, bakiak, lomba sarung hingga panco memecah suasana perayaan kemerdekaan.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin mengatakan, perlombaan menjadi ruang untuk menjaga semangat kebersamaan dalam mengisi kemerdekaan.
“Ini untuk menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan kita yang ke-81 ini dengan penuh kemeriahan, penuh kegembiraan, dan penuh semangat kebersamaan,” kata Sachrudin.
Menurut dia, perlombaan bukan sekadar soal menang atau kalah. Semangat kebersamaan dalam perayaan kemerdekaan harus mengingatkan masyarakat pada perjuangan para pahlawan.
“Semangat itu yang memang harus kita tanamkan dalam mengisi kemerdekaan ini,” ujarnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang mengatakan, setidakanya ada 11 permainan rakyat melibatkan unsur Forkopimda, OPD, dan BUMD. Seluruh rangkaian lomba selesai sesuai jadwal pada pukul 10.00 WIB tanpa peserta mengalami cedera.
Tahun ini, Dispora menambah sejumlah cabang lomba baru, seperti lomba sarung, bakiak, dan panco. Pemkot juga mempertahankan permainan yang selalu menarik perhatian peserta, terutama dagongan dan tarik tambang.
“Kita challenge dengan lomba-lomba yang baru. Lomba sarung tadi itu lomba perdana, bakiak perdana, panco perdana juga diselenggarakan tahun ini,” kata Kaonang.
Dispora akan mengevaluasi tingkat minat peserta untuk menentukan permainan yang kembali masuk agenda tahun berikutnya.
Di luar perlombaan di Stadion Benteng Reborn, Pemkot Tangerang masih melanjutkan rangkaian perayaan kemerdekaan bersama masyarakat. Sejumlah agenda telah masuk jadwal, mulai dari lomba mancing di beberapa titik hingga Gowes Kemerdekaan pada Minggu (23/8/2026).
Kaonang menegaskan, permainan rakyat tidak boleh sekadar muncul setiap Agustus. Pemerintah perlu menjaga keberadaannya agar olahraga tradisional tetap hidup di tengah masyarakat.
“Inilah kewajiban kami, memasyarakatkan olahraga dan terus mengolahragakan masyarakat, dan olahraga-olahraga tradisional tetap lestari,” pungkasnya.
Penulis : Mg-Dwi Muksin Yulianto
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd