Beranda Berita Premiun Semangat Pramuka Tangsel Bangkitkan Karakter Muda

Semangat Pramuka Tangsel Bangkitkan Karakter Muda

Bulan Bakti Pramuka 2025 di Plaza Puspemkot Tangsel, Jumat (1/8/2025).

TANGSEL – Udara pagi itu cerah. Di Plaza Puspemkot Tangsel, deretan tenda, barisan Pramuka berseragam rapi, dan semangat yang menggelora menyambut datangnya Bulan Bakti Pramuka 2025. Sorot mata para peserta anak-anak muda dari berbagai gugus depan memancarkan antusiasme yang jauh melampaui rutinitas seremoni biasa.

Bagi Mursinah, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tangsel, pagi itu bukan sekadar membuka kegiatan. Ia mewakili Wali Kota Benyamin Davnie dengan satu misi: menyampaikan bahwa Pramuka adalah benteng terakhir pembentukan karakter generasi muda di tengah gelombang disrupsi digital.

“Kita hadapi tantangan besar hari ini—anak-anak muda kita larut dalam dunia digital, kecanduan gadget, kecanduan sosial media. Pramuka harus menjadi bagian dari solusi itu,” katanya lantang di hadapan peserta yang hadir dari berbagai kecamatan.

 

Pernyataan itu bukan basa-basi. Realitas di lapangan memang menunjukkan bahwa semakin banyak remaja kehilangan keterampilan sosial dasar. Di sinilah, kata Mursinah, Pramuka menjadi penting—bukan hanya untuk baris-berbaris atau kemah, tapi untuk menghidupkan kembali nilai gotong-royong, empati, dan ketahanan mental.

Bulan Bakti Pramuka bukan ajang seremonial belaka. Setiap tahunnya, kegiatan ini menjadi momentum kolaborasi lintas generasi. Tahun ini, kegiatan yang akan berlangsung sepanjang Agustus itu menghadirkan program edukatif, sosial, dan lingkungan hidup. Mulai dari pelatihan kepemimpinan, aksi bersih-bersih lingkungan, hingga bakti sosial di daerah padat penduduk.

“Nilai-nilai kebangsaan harus kita bangun terus-menerus. Dan itu tidak bisa diajarkan lewat layar ponsel. Harus lewat interaksi, pengalaman, kebersamaan,” ucap Mursinah dalam sesi wawancara singkat di sela acara.

Sejumlah tokoh muda dan alumni Pramuka hadir hari itu. Mereka datang bukan sebagai nostalgia, tapi sebagai bukti bahwa tempaan gerakan ini masih relevan bahkan di era serba digital. Di antara mereka ada pelajar berprestasi, aktivis lingkungan, dan relawan bencana—semua berangkat dari nilai yang sama: disiplin, tangguh, dan peduli.

Baca Juga :  Motor Literasi Mendirikan Taman Bacaan di Sawarna

Visi Kota Tangerang Selatan untuk menjadi kota yang inklusif, inovatif, dan kolaboratif menuju “Kota Lestari”, tidak bisa dicapai hanya dengan pembangunan fisik. Karakter manusia—terutama generasi mudanya—harus dibentuk, dijaga, dan diarahkan. Di sinilah Pramuka mengambil posisi strategis.

“Kami ingin Pramuka Tangsel tampil sebagai agen perubahan. Anak-anak yang bukan hanya pandai secara akademik, tapi juga punya hati untuk masyarakat,” ujar Mursinah.

Kegiatan Bulan Bakti Pramuka 2025 akan berpuncak pada peringatan Hari Pramuka, 14 Agustus mendatang. Namun bagi mereka yang hadir di Plaza Puspemkot hari itu, momen pembukaan sudah menjadi semacam “suntikan semangat”. Sebuah pengingat bahwa di tengah dunia yang serba cepat dan individualistik, masih ada ruang bagi nilai-nilai dasar kemanusiaan untuk tumbuh.

Dan Pramuka, tetap menjadi salah satu ladangnya.

Tim Redaksi